Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

by Visioner Indonesia
Agustus 15, 2026
in Default
Reading Time: 2min read
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Jakarta, 15 Agustus 2026 – Terapi lintah atau hirudoterapi kembali menjadi perbincangan di tengah gencarnya promosi pengobatan alternatif. Metode kuno yang menggunakan lintah medis (Hirudo medicinalis) ini memang diakui memiliki manfaat dalam dunia medis modern, tetapi juga menyimpan risiko serius yang sering luput dari perhatian publik.

Dosen Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran IPB University, Sera Budi Verinda, menjelaskan bahwa dalam praktik medis saat ini, hirudoterapi paling sering digunakan sebagai langkah penyelamatan dalam bedah plastik dan rekonstruktif, terutama untuk mengatasi kongesti vena atau penumpukan darah setelah operasi pencangkokan jaringan. “Lintah membantu memulihkan aliran darah ketika aliran vena terganggu, sehingga meningkatkan kelangsungan hidup jaringan,” ujarnya.

Air liur lintah mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti hirudin yang berfungsi sebagai antikoagulan, serta enzim dan peptida yang mampu mengurangi pembekuan darah dan peradangan. Dalam dunia kosmetik, terapi ini juga digunakan untuk membantu penyembuhan setelah operasi rekonstruksi wajah.

Klaim dan Penelitian Ilmiah

Berbagai studi menunjukkan potensi terapi lintah untuk mengatasi nyeri. Sebuah tinjauan naratif menyimpulkan bahwa hirudoterapi dapat menjadi terapi mandiri atau pendukung yang efektif dalam pengobatan nyeri pada berbagai kondisi klinis. Sebuah studi komprehensif dari Azerbaijan bahkan mencatat tingkat keberhasilan 82,68% pada 11 kondisi, dengan tingkat keberhasilan 100% untuk osteoartritis dan penyakit Raynaud.

Penelitian pada hewan juga menunjukkan hasil menjanjikan. Studi pada tikus dengan sindrom metabolik menemukan bahwa hirudoterapi selama 4 dan 8 minggu dapat memperbaiki fungsi hati, sensitivitas insulin, dan tekanan darah. Penelitian lain menunjukkan bahwa terapi ini berpotensi mengurangi stres oksidatif dalam tubuh.

Risiko dan Efek Samping

Meski memiliki manfaat, hirudoterapi tidak bebas risiko. Sebuah tinjauan sistematis terhadap 12 studi tentang penggunaan lintah dalam rekonstruksi payudara menemukan bahwa dari 34 pasien, 9 mengalami kehilangan flap (26,5%), 9 mengalami infeksi (26,5%), dan 19 mengalami nekrosis flap (55,9%). Enam dari sembilan kasus infeksi disebabkan oleh bakteri dari lintah itu sendiri.

Selain itu, efek antikoagulan hirudin dapat menyebabkan perdarahan berkepanjangan hingga beberapa jam pascaprosedur, yang berisiko memicu anemia. Karena itu, orang dengan gangguan pembekuan darah atau anemia tidak disarankan menjalani terapi ini.

Kesimpulan

Hirudoterapi adalah alat klinis yang bernilai untuk kondisi tertentu, terutama dalam bedah rekonstruktif. Namun, penggunaannya harus dilakukan di bawah pengawasan medis ketat dengan standar sterilisasi tinggi. Sera Budi Verinda dari IPB menekankan, “Saya hanya merekomendasikannya jika pengobatan konvensional tidak berhasil atau tidak memungkinkan. Pastikan untuk selalu mendiskusikan pengobatan komplementer yang Anda pilih dengan Dokter Anda.”


Previous Post

Pengobatan Alternatif: Solusi Aman atau Sekadar Viral?

Next Post

Terapi Lintah Kembali Populer, Dosen IPB: Bisa Bantu Atasi Gangguan Darah, Tapi Harus Diawasi!

Related Posts

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026
DKPP Jatuhkan Sanksi Peringatan Keras ke Anggota KPU, Publik Dinilai Kecewa
Default

DKPP Jatuhkan Sanksi Peringatan Keras ke Anggota KPU, Publik Dinilai Kecewa

Juli 30, 2026
Default

Harumkan Nama Bangsa, Edrida Pulungan Analis Setjen DPD RI Raih Best Paper di Konferensi World Bank 2026

Juli 29, 2026
DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol
Default

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

Juli 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Prabowo Ingin Bentuk Pengadilan Ad Hoc BUMN, Respons Menkum: “Itu Hanya Contoh”

Update Data Korban Gempa NTT Pukul 11.30 WIB: 38 Tewas, 13 Luka, dan 2 Tertimbun

Indonesia Juara Cetak Crazy Rich Baru Tercepat, Ke Mana Larinya Uang Mereka?

Pajak dan Regulasi Properti Dinilai Mencekik, Taipan Kompak Protes

Presiden Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke PDIP Mau Kritik dan Awasi Kinerja Pemerintah

Pemerintah Waspadai Gerakan Provokasi Jelang 17 Agustus, Aparat Siapkan Langkah Antisipasi

TERPOPULER

Prabowo Ingin Bentuk Pengadilan Ad Hoc BUMN, Respons Menkum: “Itu Hanya Contoh”

Update Data Korban Gempa NTT Pukul 11.30 WIB: 38 Tewas, 13 Luka, dan 2 Tertimbun

Indonesia Juara Cetak Crazy Rich Baru Tercepat, Ke Mana Larinya Uang Mereka?

Pajak dan Regulasi Properti Dinilai Mencekik, Taipan Kompak Protes

Presiden Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke PDIP Mau Kritik dan Awasi Kinerja Pemerintah

Pemerintah Waspadai Gerakan Provokasi Jelang 17 Agustus, Aparat Siapkan Langkah Antisipasi

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved