Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pilkada Di tengah Pandemik dan Resesi Ekonomi , PB HMI sebut Pemerintah Sengaja Melegitimasi Money Politic

by Visioner Indonesia
September 26, 2020
in Default
Reading Time: 2min read

Jakarta_ Setelah secara tegas mendesak Pemerintah dan DPR menunda rangkaian Pilkada serentak 2020, Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI) menilai pemerintah sengaja melegitimasi Money Politic (politik uang) karena memaksakan pelaksanaan Pilkada demi mengendalikan ketidakpastian ekonomi nasional yang sudah berada pada titik resesi.

“Selain sangat dipaksakan, pelaksanaan Pilkada serentak bagi pemerintah merupakan jurus alternatif dalam mengendalikan ketidakpastian ekonomi nasional, karena diasumsikan akan ada peredaran uang yang cukup masih di tingkat lokal secara masif. Maka potensi praktek money politic akan turut menjadi legal dalam Pilkada kali ini”, ungkap wakil bendahara umum PB HMI Sadam Syarif di Jakarta pada Sabtu (26/09/2020).

Selain akan berpotensi menimbulkan klaster baru dalam rantai epidemi covid-19, tambah Sadam, konsekuensi penurunan kualitas pilkada dan demokrasi akan menjadi hal yang sulit untuk dihindari.

“Sangat disayangkan, ketergesa-gesaan dan kecenderungan pada kekuasaan dalam pilkada ini harus dibayar dengan  semakin suramannya masa depan demokrasi di tingkat lokal. Sejatinya proses penyelesaian dan pemulihan ekonomi pasca pandemik juga mensyaratkan adanya solusi kepemimpinan yang berkualitas dalam penyelesaiannya, tapi rasanya akan sulit jika Pilkada harus dikotori dengan praktek money politic”, terang Sadam kecewa.

Sulit untuk diterima, Di saat pemerintahan di banyak negara berupaya fokus mengendalikan penyebaran Covid dan menunda semua agenda pemilunya,  Indonesia justru memilih resiko kehilangan nyawa rakyatnya sendiri dan memaksa rakyat untuk menerima potensi kualitas kepemimpinan yang lahir dari proses pilkada yang mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi.

Lebih lanjut Sadam mengingatkan bahwa, prinsip menghindari mudhorot (kerugian) adalah lebih diutamakan daripada berupaya mendapatkan lahirnya kepala daerah baru yang legitimate.

“Masih ada upaya konstitusional yang rasional melalui kebijaksanaan politik presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dengan mengeluarkan Perppu atau sejenisnya di situasi darurat ini, seperti yang biasa dilakukan pada Perppu-Perppu sebelumnya di saat pandemi ini”, tutup Sadam.

Previous Post

Lumbung Ikan Nasional (LIN) dan Kemiskinan Masyarakat Pesisir Maluku

Next Post

KLASTER COVID BARU DI JOMBANG, HMI: PEMERINTAH HARUS LEBIH SERIUS

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika Terbukti Terlibat Kasus Rekening Donasi

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

TERPOPULER

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika Terbukti Terlibat Kasus Rekening Donasi

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved