Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

by Visioner Indonesia
Juli 4, 2026
in Nasional
Reading Time: 2min read
Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

Jakarta – Derasnya arus informasi di era digital membawa berkah sekaligus ancaman. Di satu sisi, akses pengetahuan terbuka lebar. Namun di sisi lain, ruang siber menjadi lahan subur bagi penyebaran hoaks dan disinformasi yang berpotensi memicu kerusuhan sosial.

Polri melalui satuan intelijennya disebut tengah menguji coba sistem deteksi dini berbasis digital untuk mengantisipasi ancaman tersebut. Langkah ini menjadi respons atas meningkatnya kasus hoaks bermuatan SARA dan isu provokatif yang kerap memantik konflik horizontal di berbagai daerah.

Presiden Prabowo Subianto dalam amanat HUT Bhayangkara ke-80 mendorong Polri untuk bertransformasi menjadi institusi yang prediktif dan adaptif, tidak lagi bekerja secara reaktif. Dorongan ini menjadi pijakan bagi BIK Polri untuk mempercepat penguatan sistem deteksi dini digital yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan guna mendeteksi pola penyebaran konten bermasalah seperti deepfake hingga ujaran kebencian.

Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) Romadhon Jasn menilai transformasi digital dalam fungsi deteksi dini yang digagas BIK Polri merupakan keniscayaan yang patut didukung. Menurutnya, negara harus hadir lebih cepat dari ancaman di ruang digital yang bergerak eksponensial.

“Jika sistem ini efektif, kita bisa memotong mata rantai disinformasi sebelum menjadi kegaduhan di jalanan. Ini bukan tentang membatasi kebebasan, tapi tentang melindungi ruang publik dari kebohongan,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

Upaya ini sejalan dengan penguatan unit kepolisian siber yang selama ini terus berjibaku melawan jaringan penyebar hoaks. Teknologi Big Data Analytics mulai digunakan untuk memetakan akun-akun yang secara sistematis menyebarkan konten provokatif serta mengidentifikasi pola ancaman yang berkembang.

Romadhon mengingatkan bahwa deteksi dini yang baik harus diikuti dengan edukasi publik yang masif. Jangan sampai teknologi hanya menjadi alat represif tanpa membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya verifikasi informasi.

“Kita perlu memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi objek pengawasan, tapi juga subjek yang cerdas dan kritis terhadap informasi. Ini tugas bersama, bukan hanya aparat,” tegas Romadhon.

Beberapa pengamat menilai bahwa sistem deteksi dini digital yang dikembangkan ini menjadi ujian bagi kesiapan institusi dalam menghadapi era disrupsi. Ancaman seperti deepfake taktis yang menyasar tokoh publik atau isu sensitif membutuhkan respons yang lebih cepat dari sekadar klarifikasi manual.

Romadhon menambahkan, dukungan publik terhadap sistem ini akan optimal jika diimbangi dengan transparansi mekanisme kerja dan pengawasan yang jelas. Ia menilai keterbukaan adalah kunci agar program ini tidak ditafsirkan sebagai alat kontrol berlebihan yang menimbulkan resistensi.

“Kami mendukung langkah ini, tapi juga akan mengawal agar implementasinya tetap pada koridor perlindungan publik, bukan justru menciptakan ketakutan baru. Masyarakat berhak tahu bagaimana data mereka dikelola,” pungkas Romadhon.

Dengan semua elemen yang mulai bergerak, sistem deteksi dini digital ini diharapkan menjadi benteng awal yang kokoh. Sebab, di tengah ancaman yang semakin tak kasat mata, kecepatan mendeteksi kebohongan adalah langkah paling rasional untuk menjaga keutuhan bangsa.

Previous Post

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

Next Post

JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat

Related Posts

Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”
Kesehatan

Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”

Agustus 8, 2026
Prabowo Ingin Perbarui Buku Pelajaran Siswa: Ukuran Huruf Diperbesar, Kualitas Ditingkatkan
Nasional

Prabowo Ingin Perbarui Buku Pelajaran Siswa: Ukuran Huruf Diperbesar, Kualitas Ditingkatkan

Agustus 8, 2026
Mensos-Seskab Resmikan Sekolah Rakyat Rintisan di PPI Curug, Target Jangkau Anak Jalanan
Nasional

Mensos-Seskab Resmikan Sekolah Rakyat Rintisan di PPI Curug, Target Jangkau Anak Jalanan

Agustus 8, 2026
Bos Danantara: 652 Perusahaan BUMN Akan “Hilang”
BUMN

Bos Danantara: 652 Perusahaan BUMN Akan “Hilang”

Agustus 7, 2026
Petinggi Parpol Buka Suara soal Isu Reshuffle: “Hak Prerogatif Presiden, Kami Belum Dengar”
Nasional

Petinggi Parpol Buka Suara soal Isu Reshuffle: “Hak Prerogatif Presiden, Kami Belum Dengar”

Agustus 7, 2026
BRIN Pamer 200 Inovasi ke Prabowo: Reaktor Nuklir hingga Padi Biosalin
Nasional

BRIN Pamer 200 Inovasi ke Prabowo: Reaktor Nuklir hingga Padi Biosalin

Agustus 7, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Hashim Djojohadikusumo Kukuhkan 20 Ormas Baru di Formas, Total Anggota Tembus 103 Organisasi

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah: Bukan Rp300 Triliun, Kerugian Riil Sepenuhnya

PT Timah Buka Suara Soal Aksi Massa di Belitung Timur: “Utamakan Dialog dan Keterbukaan”

Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Pakar: Buktikan di Pengadilan

Usut Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Dokter RS Muhammadiyah Pekan Depan

TERPOPULER

Hashim Djojohadikusumo Kukuhkan 20 Ormas Baru di Formas, Total Anggota Tembus 103 Organisasi

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah: Bukan Rp300 Triliun, Kerugian Riil Sepenuhnya

PT Timah Buka Suara Soal Aksi Massa di Belitung Timur: “Utamakan Dialog dan Keterbukaan”

Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Pakar: Buktikan di Pengadilan

Usut Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Dokter RS Muhammadiyah Pekan Depan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved