Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

PB HMI Minta Pemerintah Hentikan Skema Pembentukan Korporasi Petani

by Visioner Indonesia
Oktober 7, 2020
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
12
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI) merespon wacana pembentukan korporasi petani yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah setelah rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo kabinet pada Rabu pagi.

“Pemerintah kami mohon untuk hentikan wacana absurd dan utopis yang hanya akan mengorban hak-hak rakyat khususnya petani. Pasal 33 Konstitusi kita hanya mengamanahkan unit usaha dan aktivitas ekonomi yang berasaskan kekeluargaan seperti koperasi, bukan korporasi”, tegas wakil bendahara umum PB HMI Sadam Syarif di Jakarta pada Rabu (07/10/2020).

Menurutnya, Setelah RUU omnibus Law Cipta kerja berhasil disahkan menjadi UU, kini pemerintah semakin percaya diri ingin mengakuisisi hak kepemilikan tanah rakyat dengan modus korporasi petani.

“Dalam jangka panjang, ini merupakan modus pengaburan hak kepemilikan tanah rakyat oleh negara dan kaum kapitalis. Skema Korporasi murni business oriented dan tidak mengenal sistem kekeluargaan. Wacana yang Sangat berbahaya”, ungkap Sadam.

Lebih lanjut, aktivis HMI asal Kupang ini mengingatkan pemerintah agar tidak mengkapitalisasi dan merusak sistem pertanian Indonesia yang terkenal dengan budaya gotong-royong dan sistem kekeluargaannya ini.

“Mengurus BUMN saja tidak becus, hari ini justru jutaan petani yang akan dikonsolidasi dalam unit korporasi petani. Nanti Dirut dan manajer korporasinya diisi oleh relawan pemenangan presiden semua, sementara petani pemilik lahannya yang jadi buruh”, kritiknya

Lebih lanjut Sadam mengusulkan bahwa, pemerintah sejatinya hanya perlu merapikan manajemen BUMD dan membentuk koperasi pertanian yang terintegrasi dengan pasar dan bermitra dengan industri pengolahan pangan bagi komoditas pertanian kita. Dan yang tidak kalah penting bagi pemerintah adalah agar Sebisa mungkin kendalikan libido importasi produk pangan, agar petani kita semangat kalau harga hasil panennya kompetitif.

“Akar Masalah pertanian itu hanya terletak pada modal dan pasar. Pemerintah melalui kementrian dan lembaga wajib bersinergi link and match, baik Kementerian pertanian, kementrian perindustrian, kementrian UMKM dan koperasi dan kementrian perdagangan juga kementrian desa. Soal teknis ogronomi petani kita sudah cukup kompeten”, jelas Sadam.

Sebagai penutup,  Sadam mengingatkan pemerintah soal entitas petani muda. Semoga  keberadaan petani muda Indonesia bisa lebih diperhatikan, berikan mereka kesempatan dengan insentif fiskal secara proporsional.

Previous Post

Minta Presiden Jokowi untuk Cabut Omnibus Law, Ribuan Mahasiswa Memblokade Jalan Alauddin

Next Post

Negeri Kapitalistik Republik Indonesia (NKRI) Harga Mati

Related Posts

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol
Default

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

Juli 4, 2026
Default

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Juli 4, 2026
Default

SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN BERSAMA ANGGOTA MPR RI ZULFIKAR ARSE SADIKIN, S.I.P., M.Si

Juli 2, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA APRESIASI LANGKAH MENTERI IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN DALAM MENDORONG PEMBINAAN WARGA BINAAN MELALUI PROGRAM AMNESTI DAN KOMPONEN CADANGAN (KOMCAD

Juli 1, 2026
Default

Warga Soroti Mobil Dinas Pemkot Bogor yang Sering Nginep di Rusunawa Menteng Asri

Juni 21, 2026
Default

Roni Anjari Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Juni 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

Bertemu Seskab Teddy, Pramono Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik

TERPOPULER

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

Bertemu Seskab Teddy, Pramono Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved