Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Invasi Machinary ‘Jurassic Park’ Mengusik Komodo

by Visioner Indonesia
Oktober 28, 2020
in Default
Reading Time: 3min read
0
SHARES
52
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Photo ilustrasi

Viralnya foto fenomenal truck angkutan material bangunan bersama seekor Komodo di media sosial hari-hari ini menghangatkan perbincangan warganet dan menjadi tajuk utama media-media nasional. Gambar yang cenderung memantik penafsiran moral publik ini, telah secara luas menuai kecaman publik dan aksi penolakan masif dari setiap kalangan, baik NGO pemerhati lingkungan, pemerhati pariwisata, akademisi, poitisi, hingga pemuda dan mahasiswa nasional terhadap projek wisata premium Komodo. Proyek ambisius pemerintah yang cenderung berupaya memanipulasi habitat asli satwa purba ini tidak hanya akan mengancam keaslian landscape Taman Nasional Komodo (TNK) dalam jangka panjang, namun secara historis penampakan salah satu Truck angkutan material proyek pada gambar yang tengah viral tersebut merupakan bentuk invasi kendaraan sedang pertama dalam sejarah TNK sejak ratusan tahun silam. Dengan anggaran 69,96 Miliar Rupiah penampakan Pulau Padar akan dikonstruksi dengan beton properti berupa elevated Track, research centre hingga penginapan bagi peneliti dan pengelola.

Sebagai satu-satunya reptil purba paling dilindungi di dunia, pemerintah seharusnya bisa memahami bahwa menyentil sensitifitas karakter hewan berdarah dingin merupakan tindakan ceroboh yang akan berujung petaka bagi kenyamanan hidup komodo. Oleh karenanya, Kehadiran mesin (Machinary) dan kendaraan sedang hingga berat ke wilayah habitat komodo bisa disebut sebagai tindakan absurd yang justru merupakan ancaman serius bagi psikologi dan masa depan komodo. Dan Hari ini, empati publik secara masif tengah mengarah pada sebuah kesimpulan bahwa, penghadangan komodo terhadap dum truck dalam gambar yang viral tersebut menyiratkan tentang rasa keterusikan komodo karena tidak bersedia habitatnya diganggu gugat oleh aktifitas proyek yang bising oleh lalu lalang kendaraan bermesin. Secara psiko-biologis komodo merupakan binatang soliter yang sangat tidak nyaman dengan keramaian.

Aksi penolakan pembangunan wisata alam yang oleh menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut binsar pandjaitan disebut sebagai “Jurassic Park” ini terus mengemuka seiring dengan kecurigaan publik dengan disahkannya rancangan undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja. Pasal-pasal kepariwisataan dalam UU Omnibus Law ciptaker secara jelas memberikan kesempatan pengembangan wisata bagi para pelaku indutstri pariwisata asing untuk melakukan investatsi di dalam negeri. Konsepsi liberalisasi investasi industri pariwisata ala omnibus law ini tentu sangat beresiko bagi masa depan konservasi wisata alam Indonesia termasuk bagi TNK, di mana obsesi menjadikan TNK sebagai bagian integral wisata Bali dan Lombok. Maka adalah rasional jika publik akan berasumsi jika Jurassic Park merupakan gerbang masuk bagi invasi investasi properti dengan skala yang lebih besar di kawasan TNK. Maka tak heran jika projek irasional pemerintah ini menjadi perhatian dari beberapa media asing. Media Reuters bahkan menurunkan berita Jurassic park Komodo dengan judul berita  Indonesian Says ‘Jurassic Park’ project no threat to Komodo Dragon pada selasa (27/10/20200.

Masih di hari yang sama, proyek padat beton inisiatif Menko Marves LBP ini mendapat perhatian serius dan cemoohan dari komunitas Internasional melalui media kenamaan BBC yang menyebut Viral sparks concerns about Indonesia’s ‘Jurassic Park’. Demikian juga dengan media AS New York Daily News tak mau ketinggalan menunjukan kekhawatirannya tehadap masa depan Komodo dengan menyindir ‘Jurassic Park’ like attraction sparks fear of Komdo Dragon’. Respon media internasional terhadap foto atraktif Komodo bersama Truck ini semakin mempertegas arus penolakan publik terhadap misi pembangunan ekonomi yang sangat rentan terhadap satwa langka. Sementara, di tengah krisis ekonomi dan keuangan negara, pemerintah tak tanggung mengalokasikan anggaran puluhan Miliar Rupiah bagi pembangunan kawasan yang dipersiapkan untuk menjadi lokasi pertemuan pemimpin-pemimpin negara G-20 tahun 2023 ini. Bagi banyak pihak, Disorientasi pelestarian kawasan konservasi TNK dinilai akan menjadi awal kepunahan populasi Komodo, meskipun data KLHK justru mengatakan jumlah komodo cenderung stabil dalam tujuh belas tahun terakhir. Karena proses ekspansi modal dan properti di suatu kawasan wisata alam akan diikuti dengan ancaman kepunahan satwa liar di kawasan tersebut. Seharusnya trend pertambahan jumlah populasi komodo menjadi  indikasi dan rujukan atas keefektifan pendekatan konservasi yang dilakukan oleh otoritas TNK selama ini, di mana keterlibatan masyrakat lokal yang hidup berdampingan dengan ‘Ora’ (Nama lokal Komodo) sejak ribuan tahun silam. Pencapaian keseimbangan ekosistem ini tidak justru dicacati dengan libido kepariwisataan yang tidak ramah bagi komodo dan eksistensi masyarakat lokal Pulau Komodo dan Pulau Rinca.   

Penulis : Sadam Syarif (Fungsionaris PB HMI)

Previous Post

Menggugat Environmental Etic Jokowi

Next Post

Jangan Lupa Hadir, 3 Hari Lagi Reuni Akbar 4 Alumni YASBIR

Related Posts

Default

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Juni 10, 2026
Default

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Juni 10, 2026
Default

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Juni 6, 2026
Default

Muncar

Juni 5, 2026
Default

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Mei 25, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Mei 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

TERPOPULER

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved