
Washington D.C., 29 Juli 2026
Peneliti dan pegiat ekonomi kreatif Indonesia Edrida Pulungan tampil sebagai salah satu presenter internasional pada International Forum on Economics, Sustainable Development and Civilization (IFESDC) 2026 yang diselenggarakan di Headquarters World Bank, Washington D.C., Amerika Serikat.
Dalam forum internasional tersebut, Edrida mempresentasikan makalah berjudul “Global Creative Ecosystem”, yang mengangkat gagasan pembangunan Ekosistem Ekonomi Kreatif Syariah Global (Global Sharia Creative Economy Ecosystem) sebagai model kolaborasi internasional yang menghubungkan pemerintah, akademisi, pelaku industri kreatif, lembaga keuangan, investor, UMKM, serta organisasi internasional dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pada sesi panel, Edrida tampil bersama para pembicara dari Amerika Serikat, Turki, dan Pakistan, yang membahas masa depan ekonomi kreatif, inovasi, ekonomi syariah, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.
Atas kontribusi akademiknya, Edrida berhasil meraih penghargaan Best Paper Award, sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas riset, kebaruan gagasan, serta relevansi kebijakan yang ditawarkan dalam memperkuat kolaborasi ekonomi kreatif syariah di tingkat global.
Dalam presentasinya, Edrida menekankan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pusat ekonomi kreatif syariah dunia melalui sinergi antara kekayaan budaya, ekonomi digital, industri halal, dan bonus demografi.
“Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi pusat ekosistem ekonomi kreatif syariah dunia. Melalui kolaborasi global, khususnya dengan Amerika Serikat, kita dapat mempercepat inovasi, investasi, pengembangan talenta kreatif, riset, teknologi, dan perluasan akses pasar internasional,” ujar Edrida.
Ia juga menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Amerika Serikat memiliki potensi besar dalam membangun kemitraan strategis pada sektor industri kreatif, teknologi digital, startup, artificial intelligence (AI), intellectual property, ekonomi halal, pendidikan, dan investasi.
Menutup presentasinya di hadapan para peserta yang berasal dari berbagai negara, Edrida menyampaikan pesan yang mendapat apresiasi dan tepuk tangan dari hadirin di World Bank Headquarters:
“Kita bisa maju dengan kebersamaan.”
Pesan tersebut dinilai merepresentasikan semangat kolaborasi lintas negara dalam membangun ekonomi dunia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Silaturahmi dengan Diplomasi Indonesia
Di sela-sela kegiatan konferensi, Edrida juga melakukan rangkaian silaturahmi dan courtesy call dengan para diplomat Republik Indonesia di Washington D.C.
Pertemuan dilakukan dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, H.E. Indro Soesilo, Duta Besar/Permanent Representative Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, H.E. Umar Hadi, serta Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Winanto Adi.
Dalam pertemuan tersebut, Edrida memaparkan hasil penelitian sekaligus visi pembangunan Global Sharia Creative Economy Ecosystem yang diharapkan dapat menjadi salah satu platform kerja sama Indonesia dengan berbagai negara dalam bidang ekonomi kreatif, industri halal, pendidikan, investasi, riset, teknologi, dan pemberdayaan UMKM.
Gagasan tersebut memperoleh sambutan positif dari para diplomat Indonesia yang menilai bahwa penguatan diplomasi ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan posisi Indonesia di tingkat global.
Mempromosikan Produk Kreatif dan Brand Lokal Indonesia
Selain membawa gagasan akademik, Edrida juga memanfaatkan kehadirannya di Washington D.C. untuk memperkenalkan berbagai brand lokal Indonesia sebagai bagian dari diplomasi ekonomi kreatif.
Dalam berbagai agenda konferensi dan pertemuan resmi, Edrida mengenakan serta memperkenalkan produk-produk karya anak bangsa, di antaranya Metier Jewelry, Teun Atmapududu, Kubuz, Taroz FarmEdit House, MOCAF, serta sejumlah produk kreatif Indonesia lainnya.
Menurut Edrida, promosi brand lokal di forum internasional merupakan bagian dari upaya memperluas akses pasar global sekaligus menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki kualitas, kreativitas, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Forum internasional bukan hanya menjadi ruang pertukaran gagasan, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan karya terbaik Indonesia kepada dunia. Diplomasi ekonomi kreatif harus berjalan seiring dengan diplomasi budaya dan diplomasi bisnis,” katanya.
Potensi Besar Ekonomi Kreatif Indonesia
Ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Berdasarkan data UNESCO dan UNCTAD, sektor ekonomi kreatif menyumbang sekitar US$2,3 triliun terhadap perekonomian global setiap tahun atau sekitar 3 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, serta menciptakan hampir 50 juta lapangan kerja.
Di Indonesia, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sekitar 7–8 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional, menyerap lebih dari 24 juta tenaga kerja, serta menghasilkan nilai ekspor puluhan miliar dolar Amerika Serikat setiap tahunnya. Subsektor kuliner, fesyen, kriya, film, musik, animasi, gim, desain, dan konten digital menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang strategis untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif syariah yang terintegrasi dengan industri halal global. Di sisi lain, Amerika Serikat memiliki keunggulan pada sektor teknologi, inovasi, riset, investasi, serta pengembangan intellectual property. Sinergi kedua negara dinilai dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan startup, ekonomi digital, pendidikan, kecerdasan buatan (AI), industri kreatif, dan perdagangan internasional.
Partisipasi Edrida Pulungan pada IFESDC 2026 sekaligus menjadi bukti semakin kuatnya kontribusi akademisi Indonesia dalam menawarkan solusi kebijakan dan model kolaborasi internasional untuk mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis inovasi.
Tentang Edrida Pulungan
Edrida Pulungan merupakan peneliti, pembicara internasional, dan pegiat ekonomi kreatif yang aktif mendorong pengembangan ekonomi kreatif, ekonomi syariah, inovasi, diplomasi ekonomi, serta kolaborasi global antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas kreatif untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi dunia.
