
Jakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (BEM PTAI) bersilaturahmi dengan Panglima Kostrad Letjen TNI Dudung Abdurachman di Mako Kostrad pada hari ini Rabu (29/9/2021). Pertemuan ini membahas kebangsaan hingga penanganan Pandemi Covid-19.
Kami hari ini berkunjung ke Markas Komando dan Museum Kostrad ternyata nilai-nilai Sejarah Pahlawan Revolusi dan Perjuangan Kostrad masih lengkap dan Sangat jelas.
Sekjen BEM PTAI Yayan Septiadi mengatakan Letjen TNI Dudung Abdurachman merupakan bapak atau orang tua yang harus dihormati oleh generasi muda.
“Sengaja Kami hari ini berkunjung untuk tabbayun kepada Bapak Dudung Abdurachman mengenai adanya isu di luar seperti TNI disusupi PKI. Bagi kami sebagai kalangan intelektual isu tersebut tidak masuk akal dan masyarakat sudah cerdas,” kata Yayan, Rabu (29/9/2021).
“Kalau ada yang ngomong TNI disusupi PKI pernyataan itu ngawur dan tidak jelas. Kami langsung mengunjungi ke sana untuk melihat museum bahwa nilai-nilai sejarah masih utuh,” sambungnya.
Dia mengatakan fitnah TNI disusupi PKI merupakan pembodohan masyarakat. Semua masyarakat mengetahui TNI menjalankan Sumpah prajurit Sapta Marga dan memegang teguh ideologi Pancasila, Negara kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945.
“Semua orang juga tahu sejarah G 30 S PKI, tidak mungkin TNI disusupi PKI. Pernyataan seperti ini pembodohan masyarakat,” katanya.
Menurut dia, saat TNI sudah solid dan bersinergi dengan Polri jangan dipecah belah oleh siapapun. TNI dan Polri adalah pengayom serta selalu melindungi rakyat.
“TNI adalah tentara rakyat jadi untuk rakyat dan oleh rakyat jangan dipecah belah dengan isu murahan. Bangsa Indonesia ini sedang melaju dan ingin tumbuh menjadi negara besar,” tegasnya.


