Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Aliansi CERDAS Gelar Aksi di Depan Gedung KPK, Soroti Dugaan Program PKBM Fiktif di Kabupaten Sumenep 

by Visioner Indonesia
Juli 31, 2025
in Default
Reading Time: 3min read
0
SHARES
74
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Kritik sejumlah Aktivis Mahasiswa di gedung KPK terhadap lemahnya pengawawasan Pemerintah terhadap terjadinya Dugaan Program PKBM Fiktik di beberapa wilayah polosok Kabupaten Sumene.

Jakarta | VISIONER – Sejumlah Mahasiswa Dan pemuda yang tergabung dalam aliansi CERDAS (Cendekiawan Edukasi dan Relawan Daya Aksi Sosial) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jakarta Selatan, Rabu (30/7). Mereka mendesak lembaga antirasuah tersebut untuk segera turun tangan dan mengusut dugaan-dugaan praktik program fiktif pada sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Dengan membawa spanduk dan poster bernada kritik, para demonstran menyuarakan kekecewaan atas lemahnya pengawasan pemerintah daerah terhadap pelaksaan anggaran yang di cair untuk program pendidikan non-formal tersebut. Dalam orasinya, para aktivis menyebut bahwa dugaan penyalahgunaan dana PKBM bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengkhianati hak pendidikan masyarakat kecil di berbagai wilayah pelosok Sumenep.

Penyampaian Aspirasi tersebut sebagai kritikan terhadap kebijakan Pemerintah Sumenep yang di nilai kurang ProAktif dan terkesan tidak tegas dan melemah dalam segi pengawasan oleh setiap Dinas dinas di kabupaten Sumenep.

“Kami datang ke KPK karena sudah tidak percaya pada mekanisme pengawasan internal di daerah. Program PKBM yang seharusnya menjadi harapan warga berkesempatan belajar justru diduga dijadikan ladang korupsi oleh oknum tak bertanggung jawab,” tegas Koordinator Umum CERDAS, Dzulqarnain, dalam orasinya.

Menurut CERDAS, ada indikasi kuat bahwa sejumlah lembaga PKBM di Kabupaten Sumenep dalam pelaksaan diduga fiktif atau diduga memanipulasi seakan menjalankan aktivitas pendidikan yang nyata, namun tetap menerima kucuran dana dari pemerintah pusat. Data yang dibawa oleh massa aksi juga mencantumkan beberapa nama PKBM yang diduga tidak memiliki peserta didik aktif, bahkan tidak memiliki fasilitas belajar yang memadai.

Selain itu, aliansi tersebut menuding adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep yang dinilai membiarkan atau bahkan diduga kuat memfasilitasi pencairan dana ke lembaga-lembaga bermasalah tersebut.

Dalam penyampaian aspirasi tersebut, Aktivis mahasiswa tak luput juga mendesak Bupati Sumenep sebagai simbol kepemerintahan Kabupaten sumenep.

“Kami minta KPK segera memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Sumenep serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses verifikasi dan pencairan dana PKBM,” tambah Dzulqarnain.

Massa aksi juga menyerahkan berkas laporan dan dokumen pendukung dugaan penyelewengan tersebut ke bagian Pengaduan Masyarakat KPK. Mereka berharap KPK segera melakukan investigasi mendalam dan menjadikan Kabupaten Sumenep sebagai prioritas pengawasan dalam program pendidikan berbasis masyarakat.

Aksi yang berlangsung damai ini mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. Setelah melakukan orasi selama hampir dua jam, massa membubarkan diri secara tertib dengan janji akan kembali turun ke jalan jika tidak ada tindak lanjut dari KPK dalam waktu dekat.

Previous Post

Mahasiswa Kembali Geruduk Gedung KPK, Desak Pemeriksaan Aries A. Paewai Atas Dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan Jatim

Next Post

KCB Jatim Siap Laporkan Dugaan Manipulasi SRUT Ke APH, Tegas Minta Pejabat Korup Dipidana

Related Posts

Default

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Mei 25, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Mei 21, 2026
Default

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Mei 14, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Mei 13, 2026
Default

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Mei 7, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

April 26, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved