Cerita pejabat yang berperilaku seperti rakyat memang menarik untuk ditelusuri. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo sudah menyontohkan perilaku tersebut saat menjadi Walikota Solo dan Gubernur Jakarta. Jokowi memang dikenal agak anti dengan keprotokoleran pejabat yang seakan memisahkan dirinya dengan masyarakat.
Bahkan Jokowi mengenalkan istilah Blusukan secara luas ke seluruh penjuru Indonesia dengan cara pejabat langsung turun ke rakyat. Tak jauh berbeda dengan beberapa pejabat merakyat di Indonesia, di Yunani pun ada menteri yang berlaku layaknya seperti masyarakat biasa. Ia menggunakan sepeda motor setiap harinya untuk pergi kerja ke kantor.
Menteri Keuangan Yunani Yanis Varuofakis yang memang suka mengendarai sepeda motor memilih moda transportasi roda dua itu untuk beraktifitas setiap harinya. Tindakannya yang nyentrik ini membuat Yanis menjadi sorotan publik. Ia menjauhkan diri dari kesan pejabat negara apalagi sekelas menteri pasti disertai kemewahan dan kawalan pasukan keamanan.
Bahkan menurut lansiran Businessinsider hobi mengendarai motor sang Menteri Yanis ternyata tak hilang kala dia dan pemimpin Yunani menggelar negosiasi untuk membuka dana bailout. Dalam acara penting tersebut Yanis tetap menggunakan sepeda motornya.
Selain itu, saat menjalani pertemuan pemerintah dengan Perdana Menteri Alexis Tsipras di kediaman Maximos di Anthena, si Menteri nyentrik pun tetap pergi menggunaka sepeda motor. Ia juga kerap menggunakan tas gemblok biasa layaknya para biker yang pergi bekerja. Ia memang menjauhkan diri dari kesan mewah. Motor yang dikendarai Yanis pun bukan kendaraan yang mewah dan masih menggunakan peralatan yang standar dan umum digunakan masyarakat biasa. Ia juga tetap menggunakan helm ketika berkendara.
Sebenarnya pejabat dan pengusaha kelas atas banyak juga yang hidup dengan kesederhanaan, tanpa dibalut kemewahan seperti sebagian besar kalangan konglomerat lainnya. CEO-CEO perusahaan kelas atas pun tidak jarang yang berangkat ke kantornya dengan menggunakan moda transportasi umum dan menyatu dengan masyarakat. Tapi memang kesan yang dimunculkan para pejabat publik selama ini bukan melayani tapi malah “dilayani”. Laku pejabat yang berbaur dan memiliki gaya hidup seperti rakyat biasa ini perlu dicontoh semua pejabat yang lain.






