Jakarta, 1 September 2026 – Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil temuan terbaru mengenai tingkat kepercayaan dan kepuasan publik terhadap lembaga negara. Hasilnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menempati posisi puncak sebagai institusi dengan kepuasan publik tertinggi, sementara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) justru berada di posisi paling bawah .
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, dalam rilis survei yang ditayangkan di Poltracking TV, Senin (31/8/2026), menyebutkan bahwa tingkat kepuasan tertinggi masih diraih oleh TNI . Di bawah TNI, lembaga kepresidenan menempati peringkat kedua dengan 54,8 persen, disusul oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan 53,9 persen .
Di sisi lain, DPR mencatatkan tingkat kepuasan publik terendah dengan angka 40 persen . Hasil ini menempatkan lembaga legislatif di posisi buncit, bahkan berada di bawah partai politik yang juga masih mencatat angka rendah .
Fungsi DPR Dinilai Menurun
Lebih lanjut, survei Poltracking juga mengungkap tingkat kepuasan publik terhadap fungsi-fungsi utama DPR yang semuanya berada di bawah 40 persen . Fungsi legislatif hanya memperoleh 39,9 persen kepuasan, sementara fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan mendapat 39,4 persen .
Fungsi penyerapan aspirasi publik menjadi yang paling rendah dengan angka 36,9 persen, dan perumusan rencana anggaran negara hanya 36 persen . “Penyerapan aspirasi publik sangat rendah sekali hanya 36,9 persen,” ungkap Hanta .
Tren Menurun dalam Tiga Survei Terakhir
Poltracking Indonesia mencatat bahwa tingkat kepuasan terhadap fungsi DPR terus mengalami penurunan dalam tiga survei terakhir yang dilakukan . “Kalau dilihat, trennya menurun. Tingkat kepuasan kepada fungsi-fungsi legislatif, fungsi-fungsi DPR kita,” ujar Hanta .
Sebagai perbandingan, pada Mei 2026 lalu, publik yang puas dengan fungsi penyusunan undang-undang DPR masih di angka 57,2 persen . Penurunan yang cukup signifikan ini menunjukkan adanya kekecewaan masyarakat terhadap kinerja dewan.
Metodologi Survei
Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada pertengahan Agustus 2026 dengan metode stratified multistage random sampling . Jumlah sampel sebanyak 1.220 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen .
Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024 . Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh pewawancara terlatih .






