WikiLeaks kembali membocorkan dokumen rahasia miliknya yang mengungkapkan aksi penyadapan yang dilakukan oleh Badan intelijen sinyal Amerika Serikat (AS), National Security Agency (NSA) terhadap Menteri Keuangan (Menkeu) Prancis. Aksi penyadapan yang dilakukan Badan Keamanan AS ini disebutkan telah berlangsung hampir selama satu dekade.
WikiLeaks, Seperti dilansir Guardian edisi 30 Juni 2015, mengatakan bahwa para menteri yang menjadi target sasaran penyadapan tersebut adalah Francois Baroin dan Pierre Moscovivi. Keduanya menjabat sebagai Meteri keuangan Prancis antara tahun 2011 dan 2014.
Dalam dokumen yang dikeluarkan WikiLeaks, data komunikasi yang disadap salah satunya merupakan data kontrak dengan semua perusahaan Prancis yang nilainya mencapai US$200 juta.
Bocoran dokumen rahasia menambah daftar dokumen bocoran yang dilakukan AS terhadap Prancis, setelah sebelumnya keluar bocoran dokumen yang menyebutkan NSA menyadap tiga Presiden Prancis sejak 2006. (baca : Ssst… WikiLeaks Umbar Spionase Amerika di Eropa)
Dokumen rahasia yang dibocorkan situs whistleblowing tersebut diberi judul “Espionnage Elysee.” Ada tujuh bocoran dokumen rahasia NSA yang dibocorkan oleh Wikileaks, yang merupakan hasil dari operasi spionase ekonomi negri paman sam melawan Prancis.
“NSA telah bertugas memperoleh data interlijen pada semua aspek ekonomi Prancis, dari kebijakan pemerintah, diplomasi, perbankan dan partisipasi dalam badan-badan internasional untuk pembangunan infrastruktur, praktek bisnis hingga aktivitas perdagangan,” bunyi pernyataan WikiLeaks, mengacu pada isi dokumen penyadapan oleh NSA.
WikiLeaks juga menyatakan dalam laporannya bahwa operasi spionase ekonomi NSA terhadap Prancis telah dimulai sejak 2002. Hasil dari penyadapan tersebut juga telah disetujui untuk dibagi dengan mitra NSA yang disebut sebagai kelompok “Five Eyes” yakni terdiri dari Intelijen Kanada, Selandia Baru, Australia dan Inggris.
Pemerintah AS maupun Pemerintah Prancis belum merespins bocoran terbaru milik WikiLeaks ini. sebelumnya Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan, jika penyadapan yang dilakukan NSA terhadap dirinya benar maka tindakan tersebut tidak bisa diterima.




