Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

by Visioner Indonesia
April 21, 2026
in Ekonomi, Migas
Reading Time: 7min read
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyiapkan sejumlah langkah pencegahan migrasi atau peralihan konsumsi ke bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi seperti Pertalite dan Solar, menyusul kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi per Sabtu (18/4/2026).

Bahlil mengatakan pengawasan distribusi BBM—khususnya yang bersubsidi — akan dilakukan secara ketat, di samping pemberlakuan pembatasan pembelian agar tepat sasaran. 

Salah satu kebijakan yang dimaksud yakni pembatasan pembelian BBM subsidi maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan tertentu. Menurutnya, volume tersebut sudah mencukupi untuk kebutuhan kendaraan pribadi.

“Saya katakan waktu di Seoul, di Korea waktu saya menyampaikan bahwa BBM-nya itu akan diberikan per hari 50 liter. Lima puluh liter itu kan tangki sudah penuh itu, sudah bisa 400 kilo itu, 300 kilo lebih lah, hampir kurang lebih 400 kilo. Sebagai mantan sopir angkot, ya itu pengalaman saya,” kata Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (20/4/2026).

Meski begitu, dia juga menekankan pembatasan tersebut tidak berlaku untuk kendaraan angkutan umum dan logistik seperti bus dan truk pengangkut bahan pokok.

“Itu tidak berlaku untuk bis, truk-truk yang mengangkut beras, mengangkut sayur, logistik. Jangan truk yang dipakai untuk kelapa sawit sama tambang. Itu abuleke [bohong] namanya ya,” sambungnya.

Bahlil tidak luput menegaskan BBM bersubsidi hanya diperuntukan khusus bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk kalangan mampu yang mencoba menghindari kenaikan harga BBM nonsubsidi.

“BBM subsidi itu [untuk] kepada saudara-saudara kita yang berhak. Jangan model kayaksaya, kayak Dirjen, Wamen, karena harga BBM RON 98 naik, tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” tegasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) buka suara mengenai alasan menaikkan beberapa jenis harga bahan bakar minyak subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex per hari Sabtu (18/4/2026).

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

“Keputusan penyesuaian harga hanya berlaku pada Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex, sedangkan harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap agar kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Baron kepada Bloomberg Technoz, Sabtu (18/4/2026).

Dalam beleid tersebut, Kementerian ESDM menetapkan formula harga dasar sebagai pedoman perhitungan harga jual eceran jenis BBM bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui SPBU.

Misalnya, jenis bensin di bawah RON 95 dan jenis minyak solar CN 48 dihitung dengan rumus Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus + Rp1.800/liter dan margin 10% dari harga dasar.

Sementara itu, jenis bensin RON 95, RON 98, dan minyak solar CN 51 dihitung dengan rumus Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus + Rp2.000/liter dan margin 10% dari harga dasar.

Selain itu, Baron mengatakan Pertamina tetap memantau dinamika harga minyak dunia dan berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional.

Berikut daftar lengkap harga BBM Pertamina per April 2026:

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta:

  • Pertamax: Rp12.300/liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.400/liter
  • Pertamax Green: Rp12.900/liter
  • Dexlite: Rp23.600/liter
  • Pertamina Dex: Rp23.900/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter
  • Biosolar: Rp6.800/liter

Riau dan Kepulauan Riau:

  • Pertamax: Rp12.900/liter
  • Pertamax Turbo: Rp20.250/liter
  • Dexlite: Rp24.650/liter
  • Pertamina Dex: Rp24.950/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter
  • Biosolar: Rp6.800/liter

Bengkulu, Nusa Tenggara Timur:

  • Pertamax: Rp12.600/liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.850/liter
  • Dexlite: Rp24.150/liter
  • Pertamina Dex: Rp24.450/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter
  • Biosolar: Rp6.800/liter

Bali, Nusa Tenggara Barat:

  • Pertamax: Rp12.300/liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.400/liter
  • Dexlite: Rp23.600/liter
  • Pertamina Dex: Rp23.900/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter

Aceh:

  • Pertamax: Rp12.600/liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.850/liter
  • Dexlite: Rp24.150/liter
  • Pertamina Dex: Rp24.450/liter.

Sumatra Barat:

  • Pertamax: Rp12.900/liter
  • Pertamax Turbo: Rp20.240/liter
  • Dexlite: Rp24.650/liter
  • Pertamina Dex: Rp24.950/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter

Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Sumatra Utara:

  • Pertamax: Rp12.600/liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.850/liter
  • Dexlite: Rp24.150/liter
  • Pertamina Dex: Rp24.450/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter

Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah:

  • Pertamax: Rp12.600/liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.850/liter
  • Dexlite: Rp24.150/liter
  • Pertamina Dex: Rp24.450/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter

Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan:

  • Pertamax: Rp12.900/liter
  • Pertamax Turbo: Rp20.250/liter
  • Dexlite: Rp24.650/liter
  • Pertamina Dex: Rp24.950/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat:

  • Pertamax: Rp12.600/liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.850/liter
  • Dexlite: Rp24.150/liter
  • Pertamina Dex: Rp24.450/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter

Maluku, Maluku Utara:

  • Pertamax: Rp12.600/liter
  • Dexlite: Rp24.150/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter

Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Selatan:

  • Pertamax: Rp12.600/liter
  • Pertamax Turbo: Rp19.850/liter
  • Dexlite: Rp24.150/liter
  • Pertamina Dex: Rp24.450/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter

Free Trade Zone Batam:

  • Pertamax: Rp11.750/liter
  • Pertamax Turbo: Rp18.450/liter
  • Dexlite: Rp22.450/liter
  • Pertamina Dex: Rp22.700/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter

Free Trade Zone Sabang:

  • Pertamax: Rp11.550/liter
  • Dexlite: Rp22.150/liter
  • Pertalite: Rp10.000/liter
Previous Post

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Next Post

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Related Posts

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari
Ekonomi

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Agustus 9, 2026
Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan
Daerah

Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Agustus 9, 2026
PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpene, Bukti Kemandirian Industri Pertahanan RI
Ekonomi

PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpene, Bukti Kemandirian Industri Pertahanan RI

Agustus 9, 2026
PHK 1.900 Karyawan GNI, Suami Istri Terdampak Efisiensi
Daerah

PHK 1.900 Karyawan GNI, Suami Istri Terdampak Efisiensi

Agustus 9, 2026
Danantara Targetkan Deretan BUMN Raksasa IPO, Pegadaian hingga Pelindo
BUMN

Danantara Targetkan Deretan BUMN Raksasa IPO, Pegadaian hingga Pelindo

Agustus 9, 2026
Ekonomi

Angka Kemiskinan Turun ke 8,07 Persen, Ekonom Soroti Kesenjangan dengan Kondisi Riil

Agustus 8, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Massa Bakar Kantor PT Timah di Belitung, Penambang Tolak Penghentian Pembelian Bijih

Demo Massal di Belitung, Penambang Timah Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres dan Buka Pembelian

Kemenpar Petakan Wisata Bahari, Dari Kapal Pesiar Hingga Liveaboard

Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Titi Kamal Yakin Film “Perumahan Laddaland” Versi Indonesia Lebih Seram dari Thailand

TERPOPULER

OJK: Blokir Ribuan Aplikasi Tak Cukup, 30 Pinjol Ilegal Baru Muncul Setiap Hari

Massa Bakar Kantor PT Timah di Belitung, Penambang Tolak Penghentian Pembelian Bijih

Demo Massal di Belitung, Penambang Timah Desak Pemerintah Segera Terbitkan Perpres dan Buka Pembelian

Kemenpar Petakan Wisata Bahari, Dari Kapal Pesiar Hingga Liveaboard

Wamenpar: Festival Lembah Baliem Perkuat Ekonomi Masyarakat Papua Pegunungan

Titi Kamal Yakin Film “Perumahan Laddaland” Versi Indonesia Lebih Seram dari Thailand

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved