Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

SKK Migas Beberkan Faktor Blok Gas Natuna Belum Dikembangkan

by Aulia Rachman Siregar
Mei 20, 2016
in Migas, Nasional
Reading Time: 2min read
SKK Migas Beberkan Faktor Blok Gas Natuna Belum Dikembangkan
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

INDONESIA VISIONER, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan penyebab belum dikembangkannya lapangan Migas East Natuna, padahal lokasi ini memiliki kandungan gas lebih besar dari ‎Masela.

Kepala SKK Migas Zikrullah mengatakan, kandungan karbondioksida (Co2) pada lapangan tersebut sangat tinggi, bahkan lebih besar dari kandungan gasnya. Itu sebabnya pengembangan East Natuna harus menggunakan teknologi canggih yang dapat mengelola Co2.

“Memerlukan teknologi yang dapat mengolah Co2 yang tinggi,” kata Zikrullah di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Menurut dia,  teknologi yang dibutuhkan untuk mengolah East Natuna hingga kini belum ditemukan, sehingga pengembangan lapangan yang memiliki‎ kandungan gas sebesar 46 triliun kaki kubik (Tcf) tersebut belum bisa dilakukan. “Dan teknologi itu yang belum kita temukan, yang cocok,”‎ tuturnya.

Zikrullah mengaku hingga kini pemerintah juga belum menunjuk Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) untuk mengembangkan lapangan tersebut. ‎ “TapiPSC nya belum ditunjuk. Saya sulit kasih komen karena ranahnya masih di Direktorat Jenderal Migas belum diSKKMigas,” jelas dia.

Sekretaris Jenderal Komite Eksplorasi Nasional (KEN) Muhammad Sani mengatakan, kandungan gas di blok gas Natuna mencapai 46 triliun kaki kubik (TCF) sedangkan di Masela hanya memiliki kandungan gas 7 TCF, jauh lebih sedikit.

‎”Natuna penting kita tahu, di Masela itu ada 7 TCF tidak seberapanya. Di Natuna ada 46 TCF, itu baru di satu lapangan kita punya 4 sampai 6 kali lipat Masela,” ujar Sani.

Namun saat ini lapangan gas Natuna tersebut belum bisa memproduksi gas‎ karena belum ada pengembangnya, padahal gas tersebut bisa meningkatkan ketahanan energi.

Menurut Sani, saat ini Komite Energi Nasional (KEN) juga sedang melakukan pengkajian pengembangan lapangan gas Natuna, yang harus cepat dilakukan pemerintah. Itu karena wilayah tersebut berada di perbatasan dengan negara tetangga. Pengembangan gas di wilayah ini dapat menunjukkan kedaulatan Indonesia.

Dalam upaya mengembangkan kawasan tersebut perlu dukungan berbagai pihak agar pengembangan terintegrasi, seperti pembangunan kawasan industri di sekitar wilayah tersebut.

“Dukungan kawasan ini tidak akan berkembang kalau tidak didukung secara integrated masterplan Natuna akan dipusatkan di mana, pipanya siapa yang bangun gasnya kemana,” tutup Sani.(Hdr-VIS)

 

Previous Post

Hasil Pertemuan Presiden Jokowi Dengan Putin, PT Pertamina Fokus Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan Rusia

Next Post

Sibuk Syuting Stripping, Pemeran Sinetron “Anak Jalanan” Natasha Wilona Tunda Kuliah

Related Posts

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
Nasional

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

Juni 3, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana
Nasional

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas
Ekonomi

Gejolak Harga Energi Berlanjut, Rupiah Masih Tertekan

April 27, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol
Ekonomi

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

April 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved