Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

SKK Migas Beberkan Faktor Blok Gas Natuna Belum Dikembangkan

by Aulia Rachman Siregar
Mei 20, 2016
in Migas, Nasional
Reading Time: 2min read
SKK Migas Beberkan Faktor Blok Gas Natuna Belum Dikembangkan
0
SHARES
30
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

INDONESIA VISIONER, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan penyebab belum dikembangkannya lapangan Migas East Natuna, padahal lokasi ini memiliki kandungan gas lebih besar dari ‎Masela.

Kepala SKK Migas Zikrullah mengatakan, kandungan karbondioksida (Co2) pada lapangan tersebut sangat tinggi, bahkan lebih besar dari kandungan gasnya. Itu sebabnya pengembangan East Natuna harus menggunakan teknologi canggih yang dapat mengelola Co2.

“Memerlukan teknologi yang dapat mengolah Co2 yang tinggi,” kata Zikrullah di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Menurut dia,  teknologi yang dibutuhkan untuk mengolah East Natuna hingga kini belum ditemukan, sehingga pengembangan lapangan yang memiliki‎ kandungan gas sebesar 46 triliun kaki kubik (Tcf) tersebut belum bisa dilakukan. “Dan teknologi itu yang belum kita temukan, yang cocok,”‎ tuturnya.

Zikrullah mengaku hingga kini pemerintah juga belum menunjuk Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) untuk mengembangkan lapangan tersebut. ‎ “TapiPSC nya belum ditunjuk. Saya sulit kasih komen karena ranahnya masih di Direktorat Jenderal Migas belum diSKKMigas,” jelas dia.

Sekretaris Jenderal Komite Eksplorasi Nasional (KEN) Muhammad Sani mengatakan, kandungan gas di blok gas Natuna mencapai 46 triliun kaki kubik (TCF) sedangkan di Masela hanya memiliki kandungan gas 7 TCF, jauh lebih sedikit.

‎”Natuna penting kita tahu, di Masela itu ada 7 TCF tidak seberapanya. Di Natuna ada 46 TCF, itu baru di satu lapangan kita punya 4 sampai 6 kali lipat Masela,” ujar Sani.

Namun saat ini lapangan gas Natuna tersebut belum bisa memproduksi gas‎ karena belum ada pengembangnya, padahal gas tersebut bisa meningkatkan ketahanan energi.

Menurut Sani, saat ini Komite Energi Nasional (KEN) juga sedang melakukan pengkajian pengembangan lapangan gas Natuna, yang harus cepat dilakukan pemerintah. Itu karena wilayah tersebut berada di perbatasan dengan negara tetangga. Pengembangan gas di wilayah ini dapat menunjukkan kedaulatan Indonesia.

Dalam upaya mengembangkan kawasan tersebut perlu dukungan berbagai pihak agar pengembangan terintegrasi, seperti pembangunan kawasan industri di sekitar wilayah tersebut.

“Dukungan kawasan ini tidak akan berkembang kalau tidak didukung secara integrated masterplan Natuna akan dipusatkan di mana, pipanya siapa yang bangun gasnya kemana,” tutup Sani.(Hdr-VIS)

 

Previous Post

Hasil Pertemuan Presiden Jokowi Dengan Putin, PT Pertamina Fokus Jajaki Kerja Sama dengan Perusahaan Rusia

Next Post

Sibuk Syuting Stripping, Pemeran Sinetron “Anak Jalanan” Natasha Wilona Tunda Kuliah

Related Posts

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang
Nasional

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Juli 22, 2026
Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan
Nasional

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Juli 18, 2026
Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan
Nasional

Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan

Juli 15, 2026
CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi
Migas

CNG Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Gagas Nusantara: Ini Kabar Baik untuk Rumah Tangga dan Ketahanan Energi

Juli 10, 2026
Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi
Nasional

Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi

Juli 7, 2026
JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat
Nasional

JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat

Juli 7, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

TERPOPULER

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved