JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono lalukan gerak cepat dengan langsung menurunkan tim untuk menindaklanjuti temuan sampah alat bekas antigen di perairan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. KKP menurunkan tim dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, unit kerja di bawah Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL).
Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Gagas Nusantara, Romadhon sangat mengapresiasi langkah dari Menteri Sakti Wahyu Trenggono dalam menyikapi temuan sampah alat bekas antigen di perairan Ketapang, kabupaten Bayuwangi, Jawa Timur.
“Langkah dari Menteri Sakti Trengono dalam merespon cepat temuan sampah antigen di Jatim mesti diapresiasi, pasalnya sampah-sampah tersebut jika tidak segera dibersihkan akan merusak ekosistem laut Indonesia,” ujar Romadhon, Jum’at (04/02/2022).
Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa akumulasi sampah laut disebabkan oleh pembuangan sampah oleh masyarakat yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya membuang sampah dilaut. Sehingga masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang baik agar tidak membuang sampai pada tempatnya apalagi dilaut.
“Penanganan sampah memerlukan partisipasi aktif individu dan kelompok masyarakat serta peran pemerintah sebagai fasilitator. Dengan meningkatnya kualitas lingkungan laut yang bebas dari sampah maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat,” ujarnya.
Diketahui Lokasi penemuan tumpukan sampah alat bekas antigen, yang terdiri dari plastik pembungkus alat antigen, tidak jauh dari gerai yang selama ini menawarkan jasa rapid antigen.
Ia juga menyampaikan agar KKP untuk segera menyelidiki dan memberikan sanksi kepada individu, kelompok atau perusahaan yang membuang dengan sengaja bekas alat medis tersebut dilaut.
“Apalagi alat media tersebut berhubungan dengan alat tes Covid 19, jelas sangat berbahaya,” pungkasnya.
Kontributor : Yaqin






