Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Kebun Binatang Surabaya Memprihatinkan, Harimau Bak Kucing Kampung

by Redaksi
Juni 20, 2015
in Peristiwa
Reading Time: 2min read
Kebun Binatang Surabaya Memprihatinkan4

Harimau Sumatera yang sangat kurus

Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) akan tetap membuka dan mengoptimalisasikan salah satu wahana Kebun Binatang dengan membenahi sarana yang ada agar dapat menarik pengunjung pada saat Lebaran mendatang.

Kepala Humas PDTS KBS, Ryan Adi Djauhari, mengatakan wahana ini harus diperbaiki. Mulai dari sarana pendukunganya dan jenis satwanya juga harus diganti.

“Seperti orang utan dan beruang akan diganti dengan berang-berang dan binturong,” ujarnya. Di wahana ini juga ada pelikan dan sejumlah burung lainnya. Apabila sebelumnya pengunjung tidak dikenakan biaya di wahana ini, nantinya pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk KBS.

“Jumlah biaya untuk renovasi ini, kami belum menghitungnya. Tapi yang pasti dananya sudah ada” tuturnya. Dalam setahun biaya operasional kebun binatang mencapai hingga Rp1,7 miliar, sedangkan perolehan pendapatan hanya sebesar Rp1,6 miliar, sehingga masih ada defisit sekitar Rp100 juta.

Sisi Lain Kebun Binatang Surabaya Memprihatinkan

Tapi di sisi lain, ternyata kebun binatang terbesar se-Asia Tenggara memiliki track record buruk. “Zoo of Death” begitu banyak yang mengenal kebun binatang ini. Banyak sudah tragedi mengenaskan yang dialami hewan di kebun binatang ini. Terakhir berita paling heboh ketika seekor singa tewas tergantung.

Hewan-hewan di KBS banyak yang menderita penyakit, kekurangan gizi, hingga lingkungan hidup yang tidak cocok. Kondisi seperti sempat diselidiki polisi dan diketaui ada pertukaran satwa ilegal yang tidak sesuai aturan. Tapi awal 2014 lalu penyidikan tersebut dihentikan setelah memakan waktu penyelidikan selama 16 bulan.

Kebun Binatang Surabaya harus dibenahi secara total, bahkan masyarakat setempat banyak yang menginginkan KBS ditutup. Namun, hingga saat ini Walikota Risma belum bergeming mengambil tindakan. Masyarakat miris melihat kondisi hewan di tempat tersebut. Bahkan ada yang menyebut hewan-hewan tersebut tinggal menunggu ajal.

Di KBS bahkan pernah ada harimau yang kurus seperti kucing kampung. Berikut kami cantumkan foto-foto hewan yang pernah menghuni KBS seperti dilansir laman keepo.me oleh Harianto Wijay.

Kebun Binatang Surabaya Memprihatinkan
Gajah-gajah dirantai sehingga menyebabkan luka pada kaki dan ditempatkan di kandang sempit.
Kebun Binatang Surabaya Memprihatinkan 6
Harimau benggala yang mati karena terserang penyakit hati dan ginjal. Telinga kirinya pun tidak ada.
Kebun Binatang Surabaya Memprihatinkan 5
Singa betina yang ditemukan mati tergantung di kandangnya. Banyak yang menduga singa ini dibunuh, tapi polisi mengatakan kejadian tersebut tanpa ada unsur kesengajaan. Polisi mengatakan singa tersebut terlalu aktif hingga kabel menjerat lehernya sendiri.
Kebun Binatang Surabaya Memprihatinkan 3
Harimau Sumatera yang sangat kurus
Kebun Binatang Surabaya Memprihatinkan 2
Singa ini giginya telah dicabut dan insting berburunya telah hilang
Kebun Binatang Surabaya Memprihatinkan 1
Beruang ini kulitnya rusak akibat terserang penyakit

(Helmi Kautsar Rahesta / Ananda Puja)

Tags: Kebun Binatang Surabaya
Previous Post

Tak Putus Sensasi, Dubai Bangun Stadion Bawah Laut

Next Post

Jempol! Pejabat Daerah Ini Wajibkan Pegawai Pakai Baju Muslim

Related Posts

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”
Lifestyle

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Agustus 27, 2026
Polemik Hijab di Unhan Tak Perlu Berlarut, Aturan Sudah Jamin Hak Kadet
Peristiwa

Polemik Hijab di Unhan Tak Perlu Berlarut, Aturan Sudah Jamin Hak Kadet

Agustus 25, 2026
Prabowo Janji Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda Riau Jika Karhutla Tuntas
Peristiwa

Prabowo Janji Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda Riau Jika Karhutla Tuntas

Agustus 24, 2026
90 Persen Karhutla di Kalimantan Disebut Disengaja untuk Buka Lahan Sawit, Menteri LH: “Ini Kejahatan Terencana”
Daerah

90 Persen Karhutla di Kalimantan Disebut Disengaja untuk Buka Lahan Sawit, Menteri LH: “Ini Kejahatan Terencana”

Agustus 23, 2026
BNPB: Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161 Ribu Warga Mengungsi
Daerah

BNPB: Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161 Ribu Warga Mengungsi

Agustus 23, 2026
Ironis, Baru 64 Persen Tenaga Kesehatan yang Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan
Peristiwa

Ironis, Baru 64 Persen Tenaga Kesehatan yang Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Agustus 22, 2026

TERKINI

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Menkes Budi Siapkan Insentif Rp30 Juta untuk Atasi Krisis Dokter Gigi

Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

TERPOPULER

Kepala BGN Apresiasi Inovasi Detektor Makanan Basi dari BRIN: “Kami Butuh Alat Ini!”

Menkes Budi Siapkan Insentif Rp30 Juta untuk Atasi Krisis Dokter Gigi

Sidang Banding Terakhir, Nadiem Harap Hakim Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani

KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 30 Hari, Penyidikan Kasus Imigrasi Berlanjut

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved