Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) akan tetap membuka dan mengoptimalisasikan salah satu wahana Kebun Binatang dengan membenahi sarana yang ada agar dapat menarik pengunjung pada saat Lebaran mendatang.
Kepala Humas PDTS KBS, Ryan Adi Djauhari, mengatakan wahana ini harus diperbaiki. Mulai dari sarana pendukunganya dan jenis satwanya juga harus diganti.
“Seperti orang utan dan beruang akan diganti dengan berang-berang dan binturong,” ujarnya. Di wahana ini juga ada pelikan dan sejumlah burung lainnya. Apabila sebelumnya pengunjung tidak dikenakan biaya di wahana ini, nantinya pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk KBS.
“Jumlah biaya untuk renovasi ini, kami belum menghitungnya. Tapi yang pasti dananya sudah ada” tuturnya. Dalam setahun biaya operasional kebun binatang mencapai hingga Rp1,7 miliar, sedangkan perolehan pendapatan hanya sebesar Rp1,6 miliar, sehingga masih ada defisit sekitar Rp100 juta.
Sisi Lain Kebun Binatang Surabaya Memprihatinkan
Tapi di sisi lain, ternyata kebun binatang terbesar se-Asia Tenggara memiliki track record buruk. “Zoo of Death” begitu banyak yang mengenal kebun binatang ini. Banyak sudah tragedi mengenaskan yang dialami hewan di kebun binatang ini. Terakhir berita paling heboh ketika seekor singa tewas tergantung.
Hewan-hewan di KBS banyak yang menderita penyakit, kekurangan gizi, hingga lingkungan hidup yang tidak cocok. Kondisi seperti sempat diselidiki polisi dan diketaui ada pertukaran satwa ilegal yang tidak sesuai aturan. Tapi awal 2014 lalu penyidikan tersebut dihentikan setelah memakan waktu penyelidikan selama 16 bulan.
Kebun Binatang Surabaya harus dibenahi secara total, bahkan masyarakat setempat banyak yang menginginkan KBS ditutup. Namun, hingga saat ini Walikota Risma belum bergeming mengambil tindakan. Masyarakat miris melihat kondisi hewan di tempat tersebut. Bahkan ada yang menyebut hewan-hewan tersebut tinggal menunggu ajal.
Di KBS bahkan pernah ada harimau yang kurus seperti kucing kampung. Berikut kami cantumkan foto-foto hewan yang pernah menghuni KBS seperti dilansir laman keepo.me oleh Harianto Wijay.






(Helmi Kautsar Rahesta / Ananda Puja)


