Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Fenomena “Panama Papers”, Perusahaan Sandiaga Uno Yakin Tidak Melanggar

by Aulia Rachman Siregar
April 6, 2016
in Default
Reading Time: 1min read
Fenomena “Panama Papers”, Perusahaan Sandiaga Uno Yakin Tidak Melanggar
0
SHARES
110
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Indonesia Visioner – Sandiaga Uno pemilik PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mengakui pernah melakukan investasi ke offshore company seperti yang disebutkan di dalam Panama Papers. Namun dirinya yakin tidak melanggar koridor hukum yang berlaku.
Pria yang akrab disapa Sandi Uno ini menegaskan, bahwa perusahaan yang bergerak di bidang investasi memang pernah membuka sebuah perusahaan offshore di Panama guna melancarkan arus investasi. Namun perusahaan tersebut digunakan hanya untuk arus investasi tidak untuk menghindari pajak di Indonesia.
“Dalam konteks hasanah dunia investasi perdagangan internasional, untuk pinjaman luar negeri pembentukan dari offshore corporation itu sangat lumrah dan lazim. Apalagi jika ingin menerbitkan obligasi, justru disarankan untuk menggunakanoffshore, itu sah secara hukum. Karena kalau di Indonesia bentuk perusahaan bisa tiga bulan lebih, kalau offshore di sana bisa jauh lebih cepat,” jelasnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (6/4/2016).
Sandi Uno mengaku yakin, selama belasan tahun dirinya membesut perusahaan hingga mengundurkan diri di tahun lalu untuk terjun di dunia politik, dirinya tidak pernah sedikit pun melakukan pengemplangan atau menghindari pajak dengan cara apapun.
“Kalau grup kami memang aktif untuk kegiatan investasi dan menciptakan lapangan pekerjaan. Jadi yang saya lihat tidak ada yang salah, tidak ada hukum yang dilanggar. Tidak ada juga dana yang dilarikan ke luar untuk menghindari pajak. Apa lagi kami jadi perusahaan publik, segala ketentuan kami ikuti ada otoritas seperti OJK dan BEI yang memonitor kinerja kami,” tegasnya.
Dirinya juga meminta seluruh pihak di Indonesia memandang hebohnya Pamana Papers dengan bijak. Dirinya meminta agar bisa membedakan mana pengusaha yang menggunakan offshore company untuk keperluan investasi dan menghindari pajak.
“Kita harus bedakan mana nama-nama pengusaha yang melakukan itu dalam metode pelanggaran hukum, dengan mana yang melakukan itu dalam sebuah proses investasi dalam menciptakan lapangan pekerjaan,” pungkasnya. (Hdr – Vis)

Previous Post

Dari Wikileaks sampai Panama Paper

Next Post

Legenda AC Milan Paolo Maldini Pimpin Tribut Untuk Sang Ayah (Pemilik Awal No. Keramat 3 I Rossoneri)

Related Posts

Default

INDONESIA JADI KIBLAT PEMASYARAKATAN DUNIA: PEMUDA MUSLIMIN JAKARTA UTARA NYATAKAN DUKUNGAN PENUH ATAS TRANSFORMASI SISTEM PEMULIHAN BERBASIS BUDAYA

April 20, 2026
Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung
Default

Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung

April 19, 2026
Default

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

April 18, 2026
Default

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

April 16, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

April 12, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

April 11, 2026

Comments 1

  1. Ping-balik: Harisarya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved