Jakarta, IndonesiaVisioner-. Indonesia boleh berbangga dengan lautnya yang luas, tanah yang subur serta kekayaan alam yang luar biasa. Akan tetapi untuk pangan, ternyata masih mengandalkan pasokan dari negara lain. Hal ini harus menjadi catatan penting bagi kementerian-kementerian terkait pada kabinet kerja pemeritahan Jokowi-Jk untuk menekan semaksimal mungkin angka impor pangan dan lain-lain.
Permintaan ini datang dari Azhar Kahfi, Direktur Utama Indonesia Visioner melalui pesan singkatnya, Selasa (19/4/206).
Kahfi mengemukakan, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Indonesia ternyata pemasok ubi kayu atau singkong dari negara lain, nilai Impor pada Maret 2016 mencapai 987,5 ton atau senilai US$ 191.093. Singkong tersebut secara keseluruhan berasal dari Vietnam. bukan hanya itu, data BPS juga menunjukkan kita masih mengimpor Garam dan Beras dari negara lain dalam volume yang cukup fantastis.
“Ini harus dievaluasi oleh presiden, ganti saja menteri-menteri yang tidak produktif” tegas Kahfi
Pemeritah harus mampu menekan tingginya pasokan sembako dari luar negeri, baik pengusaha atau perusahaan dalam negeri harus didorong untuk melakukan sesuatu, kementerian-kementerian terkait harus mendorong agar BUMN memaksimalkan peran yang telah diamanahkan UU.
” ini keterlaluan, masa garam dan ubi kayu juga diimpor?” Sesal Kahfi
Mestinya kejadian seperti ini, harus menjadi dasar utama Presiden untuk melakukan evaluasi dan mengganti menterinya pada waktu yang akan datang. Tutup mantan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini. (MR. Vis)






