Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pak Saud, Yuk Kita Belajar Kaidah Logika

by Aulia Rachman Siregar
Mei 8, 2016
in Opini
Reading Time: 2min read
Pak Saud, Yuk Kita Belajar Kaidah Logika
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Zulkifli Naesaku (Kader HMI Cabang Kupang)

“Mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa. Kalau HMI minimal LK I, tapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat.”
Mulutmu harimaumu, mungkin itulah peribahasa yang tepat menggambarkan nasibmu saat ini yah pak saud? Maklum, yang engkau hadapi saat ini bukanlah sebuah kekuatan yang baru tumbuh melainkan sebuah kekuatan yang telah berakar menghujam kuat di dalam tanah. Sebuah kekuatan yang bisa menyeret anda keluar dari jalur kedudukan anda saat ini. Tidakkah engkau tahu bahwa dahulu, dengan bermodalkan minim kader, mereka dapat memberikan kontribusi menggulingkan kebringasan PKI saat itu? Apalagi saat ini kader-kader mereka tersebar ke seluruh pelosok negri. Sekali mereka mengaung engkau pastinya akan belingsatan.
Ah, tapi saya tidak ingin terlalu mengambil pusing dengan pernyataan anda sebagai sebuah celaan yang serius terhadap HMI. Saya menganggapnya sebagai pemompa jantung kekritisan kader-kader HMI yang seolah kian mati suri.

Saya tersenyum saat branda facebook, dan broadcast bbm penuh dengan pernyataan kader-kader HMI yang mengecam sikapmu. Bagi saya ini adalah momentum penyadaran diri kader HMI dalam melihat realitas social, politik, dan ekonomi bangsa hari ini.

Menurut saya kalaupun Ayahanda kami, kakanda Lafran Pane masih hidup, beliau tidak akan menyerang pernyataan anda. Malah kamilah yang pastinya dimarahi oleh beliau. Beliau pastinya akan menganggap positif pernyataan anda, karena beliau bukanlah orang yang fanatic simbolik. Dia akan melihat sisi kebaikan yang terkandung dalam pernyataan anda sebagai bahan intropeksi bagi organisasi yang Ia dirikan.

Eits, tapa anda jangan senang dulu pak komisaris! Walaupun demikian, sebagai seorang pejabat Negara tidaklah pantas pernyataan yang sifatnya men-generalisasi-kan suatu perkara. Apalagi bapak sebagi seorang yang kerjanya mengusut perkara demi tegaknya keadilan.
Tahu tidak wahai pak komisaris yang terhormat, bahwa di dalam ilmu logika ada satu istilah yang disebut Fallacy Of Dramatic Instance? Itu adalah penggunaan satu-dua kasus untuk mendukung argument yang bersifat general atau umum. Argument yang overgeneralized ini biasanya agak sulit dipatahkan. Karena satu-dua kasus rujukan itu seringkali diambil dari pengalaman atau kejadian pribadi atau beberapa orang saja (individual’s personal experience). Namun bukan berarti tidak bisa dipatahkan argument-argument seperti ini.

Sebagaimana pernyataan anda yang men-general-kan kader-kader HMI sebagai para koruptor ketika menjabat di kancah public, tahukah anda bahwa walaupun yang anda saksikan atau temukan adalah 99 orang dari 100 kader HMI tersandung kasus korupsi bukan berarti anda bisa seenaknya men-general-kan kader-kader HMI sebagai pelaku-pelaku tindak korupsi. Apalagi fakta membuktikan tidak semua kader-kader HMI tersandung kasus korupsi, maka jelas pernyataan anda adalah sebuah kesalahan.

Sebagai pejabat public apalagi sebagai pihak yang mengambil porsi dalam memberantas tindak korupsi, kesalahan berfikir dalam menyimpulkan sebuah perkara atau data-data adalah sebuah keniscayaan yang harus dihindari sebagai bentuk objektifitas dalam mengambil sebuah keputusan!

Sebuah kesalahan besar ketika orang tuanya Anton yang melakukan korupsi lalu anton juga anda tuduh sebagai koruptor dan kemudian memenjarakan Anton bersama orang tuanya. Semoga ini menjadi bahan pembelajaran bagi anda, agar kedepannya ketika mengambil sebuah keputusan dalam menetapkan pelaku korupsi, jangan ada proses generalisasi lagi seperti anda men-generalisasi-kan kader-kader HMI sebagai para koruptor.
Ah, cukuplah itu sedikit ocehan dari saya. Kuangkat cangkir kopi ini sebagai tanda terimahkasih karena telah membangunkan macan yang sudah lama tertidur dan dengarlah aungannya serta bersiaplah ketika ia marah! Lalu ku letakan kembali cangkir kopi ini sebagai tanda kurang simpatiku terhadap kesalahan berpikirmu itu.

Previous Post

HMI Cabang Kupang desak Usut “Mulut” Saut

Next Post

LFA pintu masuk Komunis

Related Posts

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?
Artikel

Mengapa Polri Butuh Lebih dari Sekadar Seremoni Hoegeng Awards?

April 6, 2026
Default

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Januari 30, 2026
Opini

Menagih Janji di Balik Sepatu Bot Pramono: Mengapa Jakarta 2026 Masih Menjadi Kolam Raksasa?

Januari 24, 2026
Opini

Lumbung Pangan di Balik Jeruji: Saat Penjara Menyuplai Piring Rakyat

Januari 19, 2026
Opini

Mengakhiri Demokrasi Biaya Tinggi:
Pilkada Langsung Itu Gagal: Kenapa Kita Masih Takut Balik ke DPRD?

Januari 5, 2026
Opini

The Enforcer: Mengapa Publik Semakin Menaruh Kepercayaan pada Langkah Taktis Dasco?

Januari 1, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved