Jakarta, IndonesiaVisioner- ASEAN Literary Festival 2016 di helat sejak 5-8 Mei di Taman Ismail Marzuki (TIM) yang menjadi tempat acara diskusi dan pertunjukan itu dipadati pengunjung.
Direktur Program ASEAN Literary Festival 2016 Okky Madasari membuka A Rare Conversation: Sapardi X Jokpin yang menjadi salah satu menu festival
Acara The 3rd Asean Literary Festival 2016 banyak penolakan dari beberapa masyakat karena dianggap mendukung penyebaran paham komunis, LGBT, dan mendorong disintegrasi Papua.

“Pelaksanaan The 3rd ALF 2016 yang mengatasnamakan kebebasan berekspresi, keadilan, dan kemanusiaan hanyalah sebuah pintu masuk dari kelompok kiri/komunis hidup kembali di Indonesia ,” kata Rizal Sutan Bagindo, Ketua HMI Cabang Jakarta Pustara periode 20011-2012.
Rizal menambahkan acara dari rangkaian ini sudah ada dan masif dengan agenda penyebaran paham-paham pembenaran terhadap LGBT, kebebasan berekspresi tanpa batas ini harus dihentikan karena dianggap tidak sesuai dengan fitrah manusia dan budaya Indonesia. (Jasn/Vis)


