Jakarta, IndonesiaVisioner- Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyarankan, Ketua DPR Ade Komaruddin (Akom) tidak mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Golkar.
Akbar menyatakan, tugas Akom sebagai pucuk pimpinan di DPR akan sulit berjalan baik apabila terpilih sebagai ketua umum Golkar.
“Saya pernah bicara dengan Akom terkait hal ini, apakah dia bisa sukses melaksanan misi sebagai ketua umum yang adalah jabatan strategis dan pada saat yang sama dia memenang jabatan strategis lainnya sebagai ketua DPR. Publik juga berharap supaya Ade bisa fokus menjadi ketua DPR karena kemerosotan DPR saat ini,” kata Akbar, ketika dihubungi, Selasa (10/5/2016).
Menurut Akbar, situasi dan kondisi saat ini berbeda dengan situasi dan kondisi saat dirinya menjadi ketua umum sekaligus ketua DPR.
Dijelaskan, awalnya menjadi ketum Golkar baru menjadi ketua DPR dipilih oleh DPR melalui voting. Saat itu bahkan PDIP pun karena kedekatan dan juga melihat pengalamannya dalam mempertahankan Golkar ikut mendukungnya.
“Dulu saya sudah mampu melewati situasi yang amat berat,amat kritis dan menentukan keberlangsung hidup Golkar. Saat itu Golkar dihina, diminta dibubarkan dan terancam tidak bisa ikut pemilu. Kami mampu bertahan dan partai lolos dalam pemilu dan bahkan mendapatkan suara nomer dua terbanyak, PDIP dapat 150 kursi dan kami 120,” ujarnya.
Disisi lain, Akbar merespon, surat peryataan Ade Komaruddin dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie untuk tidak maju menjadi ketua umum Partai Golkar.
Terkait itu, Akbar mempersilahkan, dewan etik untuk melakukan tugasnya. Dirinya yakin bahwa hal itu pasti akan ditanyakan.
“Ade kan mengatakan dia tetap akan maju karena dirinya mengaku dia tidak tahu dan tidak membaca isi surat perjanjian itu. Dia mengaku bahwa dirinya berjanji untuk tidak menginisasi Munaslub. Tapi kan kalau dia membaca disitu jelas tertulis bahwa perjanjian itu bukan masalah persiapan munas tapi masalah pemilihan ketua umum baru,” pungkasnya. (Jasn/Vis)


