Jakarta, IndonesiaVisioner- Jelang 100 hari kerja Agus Susanto Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tidak menunjukkan platform program yang bisa dicapai sesuai road map BPJS yang digariskan pemerintah.
Koordinator Nasional Masyarakat Peduli BPJS (Kornas MP BPJS) Hery Susanto, MSi mengatakan, target kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan era Agus Susanto hanya mampu (22 juta kepesertaan) dibawah target era Dirut sebelumnya Elvyn G M (23.2 juta) bahkan sangat jauh di bawah RJPP Jamsostek 2017 capai 37 juta pekerja.
“Peta jalan BPJS Ketenagakerjaan versi pemerintah 2018 peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal 32juta (80% dari 40 juta total pekerja formal), jika target Agus Susanto hanya 3 juta, jelas tidak akan mampu mencapai target minimal pera jalan BPJS Ketenagakerjaan, yang ada Agus Susanto hanya copy paste era Elvyn,” Ungkap Hery saat dihubungi di Jakarta, Selasa (24/5)
Lanjut Hery, peserta BPJS Ketenagakerjaan saat ini 19 juta pekerja formal, Agus Susanto hanya targetkan naik 3 juta di tahun 2016, sehingga di akhir tahun 2016 peserta BPJS Ketenagakerjaan menjadi 22 juta.
Jelang 100 hari kinerja Agus Susanto menunjukkan kinerjanya gagal paham dan salah urus BPJS Ketenagakerjaan.
“Dirut Agus Susanto hanya copy paste era Elvyn, ia tidak punya visi dan mampu membawa BPJS Ketenagakerjaan sesuai road map nya. Apalagi pada tahun 2016 ini, lebih banyak peserta yang keluar daripada yangg masuk sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, terlihat dari kasus PHK dan penarikan dana JHT,” tegas Hery.
Berikut data jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan : 11.3 juta (2012), 12.1 juta (2013), 15.5 juta (2014), 19.2 juta (2015) rata-rata naik 2.6 juta pekerja. Dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan: Rp 132 T (2012), 149.2 T (2013), 186 T (2014), 214.5 T (2015), rata-rata naik 27.5 T.
Hasil investasi : 13.23 T (2012), 14.8 T (2013), 15.8 T (2014), 17.67 T (2015), rata-rata naik 1.48 T. Iuran peserta : 20.4 T (2012), 22.6 T (2013), 28.5 T (2014), 36.2 T (2015), rata-rata naik 5.3 T. (Jasn/Vis)






