Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Raja Baranusa presentasi “Budaya Hading Mulung” di IPB

by Aulia Rachman Siregar
Oktober 25, 2016
in Default
Reading Time: 2min read
Raja Baranusa presentasi “Budaya Hading Mulung” di IPB
0
SHARES
311
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bogor,IndonesiaVisioner.-Bertempat di Ruang Rabuan Dept. SKPM FEMA IPB dilakukan diskusi dengan tema “Revitalisasi Mulung Dalam Menjaga Suberdaya Perikanan di Wilayah Ulayat Adat Baranusa, Kabupaten Alor”. Selasa (25/10/2016)

Acara yang di selenggarakan oleh Depertemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Bekerja sama dengan WWF-Indonesia Lesse Sunda Program, Masyarakat Adat Baranusa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Alor, Provinsi NTT.

img_20161025_083504Keterangan Foto: Tanggapan Peserta Diskusi

Dalam pemaparan materinya camat Pantar Barat, Mashuri AP. Uba mengungkapkan rasa limpah terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu mengedukasi masyarakat adat Baranusa dalam menjaga dan melestarikan keberlangsungan ekosistem di Pulau Lapang dan Pulau Batang yang mausk dalam wilayah kerjanya.

“Kami juga ingin kehadiran kami di IPB ini bisa mendapatkan masukan dan dorongan agar kawasan konservasi yang diinisiasi ini mendapatkan pengakuan dari pemerintah” sambungnya

Mangkup Raja Baso yang mewakili Kerajaan Baranusa dalam pemaparan materinya menceritakan secara garis besar sejarah Kerajaan Baranusa serta adat istiadat dalam menata kearifan lokal.

“Salah satu adat istiadat yang dikenal sampai hari ini dan masih diparaktekkan oleh masyarakat setempat adalah hading Mulung” demikian tutur Raja XIV dari struktur kerajaan Baranusa sampai hari ini.

Hading Mulung adalah salah satu cara adat dalam pemanfaatan sumberdaya alam dalam limit waktu tertentu, hading mulung akan habis waktunya setalah pihak kerajaan mencabutnya dengan melihat kondisi alam. Proses pencabuatan ini dalam bahasa adat disebut “Hobba Mulung”.

“Dalam sistem kerajaan Baranusa dahulu ada satu suku yang diberikan kewenangan untuk mengurus alam yaitu suku Sandiata” tambah Raja Baso

Semua yang berurusan dengan kehidupan manusia di muka bumi sampai mati sudah diatur dalam sistem adat Kerajaan Baranusa. Namun seiring dengan masuknya pemerintahan Formal perlahan-lahan adat istiadat ini mulai tereduksi.

“Dengan kondisi yang ada, kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai adat yang masih sinergis dengan kondisi hari ini, salah satunya Hading Mulung” tutup pensiunan Guru ini dihadapan para Dosen dan Guru Besar dari FEMA IPB. (MR. Vis)

Previous Post

Raja Baranusa presentasi Budaya “Hading Mulung” di IPB

Next Post

Paradoks Peran mahasiswa sebagai Salah Satu unsur Pemuda dalam Membantu Proses Reformasi Hukum

Related Posts

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol
Default

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

Juli 4, 2026
Default

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Juli 4, 2026
Default

SOSIALISASI 4 PILAR KEBANGSAAN BERSAMA ANGGOTA MPR RI ZULFIKAR ARSE SADIKIN, S.I.P., M.Si

Juli 2, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA APRESIASI LANGKAH MENTERI IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN DALAM MENDORONG PEMBINAAN WARGA BINAAN MELALUI PROGRAM AMNESTI DAN KOMPONEN CADANGAN (KOMCAD

Juli 1, 2026
Default

Warga Soroti Mobil Dinas Pemkot Bogor yang Sering Nginep di Rusunawa Menteng Asri

Juni 21, 2026
Default

Roni Anjari Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Juni 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

TERPOPULER

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved