Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Raja Baranusa presentasi Budaya “Hading Mulung” di IPB

by Aulia Rachman Siregar
Oktober 25, 2016
in Nasional
Reading Time: 2min read
0
SHARES
66
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bogor,IndonesiaVisioner.-Bertempat di Ruang Rabuan Dept. SKPM FEMA IPB dilakukan diskusi dengan tema “Revitalisasi Mulung Dalam Menjaga Suberdaya Perikanan di Wilayah Ulayat Adat Baranusa, Kabupaten Alor”. Selasa (25/10/2016)

Acara yang di selenggarakan oleh Depertemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Bekerja sama dengan WWF-Indonesia Lesse Sunda Program, Masyarakat Adat Baranusa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Alor, Provinsi NTT.

Dalam pemaparan materinya camat Pantar Barat, Mashuri AP. Uba mengungkapkan rasa limpah terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu mengedukasi masyarakat adat Baranusa dalam menjaga dan melestarikan keberlangsungan ekosistem di Pulau Lapang dan Pulau Batang yang mausk dalam wilayah kerjanya.

“Kami juga ingin kehadiran kami di IPB ini bisa mendapatkan masukan dan dorongan agar kawasan konservasi yang diinisiasi ini mendapatkan pengakuan dari pemerintah” sambungnya

Mangkup Raja Baso yang mewakili Kerajaan Baranusa dalam pemaparan materinya menceritakan secara garis besar sejarah Kerajaan Baranusa serta adat istiadat dalam menata kearifan lokal.

“Salah satu adat istiadat yang dikenal sampai hari ini dan masih diparaktekkan oleh masyarakat setempat adalah hading Mulung” demikian tutur Raja XIV dari struktur kerajaan Baranusa sampai hari ini.

Hading Mulung adalah salah satu cara adat dalam pemanfaatan sumberdaya alam dalam limit waktu tertentu, hading mulung akan habis waktunya setalah pihak kerajaan mencabutnya dengan melihat kondisi alam. Proses pencabuatan ini dalam bahasa adat disebut “Hobba Mulung”.

“Dalam sistem kerajaan Baranusa dahulu ada satu suku yang diberikan kewenangan untuk mengurus alam yaitu suku Sandiata” tambah Raja Baso

Semua yang berurusan dengan kehidupan manusia di muka bumi sampai mati sudah diatur dalam sistem adat Kerajaan Baranusa. Namun seiring dengan masuknya pemerintahan Formal perlahan-lahan adat istiadat ini mulai tereduksi.

“Dengan kondisi yang ada, kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai adat yang masih sinergis dengan kondisi hari ini, salah satunya Hading Mulung” tutup mensiunan Guru ini dihadapan para Dosen dan Guru Besar dari FEMA IPB. (MR. Vis)

Previous Post

BEM STIT Kupang Dilantik

Next Post

Raja Baranusa presentasi “Budaya Hading Mulung” di IPB

Related Posts

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026
MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan
Nasional

MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan

April 19, 2026
TNI Akan Bangun Batalyon Pembangunan di Seluruh Kabupaten
Nasional

TNI Akan Bangun Batalyon Pembangunan di Seluruh Kabupaten

April 19, 2026
PDIP Kritik Pemerintah Soal Kenaikkan Harga BBM Non Subsidi
Ekonomi

PDIP Kritik Pemerintah Soal Kenaikkan Harga BBM Non Subsidi

April 19, 2026
Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’
Nasional

Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’

April 11, 2026
Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal
Nasional

Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved