Bogor,IndonesiaVisioner.-Bertempat di Ruang Rabuan Dept. SKPM FEMA IPB dilakukan diskusi dengan tema “Revitalisasi Mulung Dalam Menjaga Suberdaya Perikanan di Wilayah Ulayat Adat Baranusa, Kabupaten Alor”. Selasa (25/10/2016)
Acara yang di selenggarakan oleh Depertemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Bekerja sama dengan WWF-Indonesia Lesse Sunda Program, Masyarakat Adat Baranusa dan Pemerintah Daerah Kabupaten Alor, Provinsi NTT.
Dalam pemaparan materinya camat Pantar Barat, Mashuri AP. Uba mengungkapkan rasa limpah terimakasihnya kepada semua pihak yang telah membantu mengedukasi masyarakat adat Baranusa dalam menjaga dan melestarikan keberlangsungan ekosistem di Pulau Lapang dan Pulau Batang yang mausk dalam wilayah kerjanya.
“Kami juga ingin kehadiran kami di IPB ini bisa mendapatkan masukan dan dorongan agar kawasan konservasi yang diinisiasi ini mendapatkan pengakuan dari pemerintah” sambungnya
Mangkup Raja Baso yang mewakili Kerajaan Baranusa dalam pemaparan materinya menceritakan secara garis besar sejarah Kerajaan Baranusa serta adat istiadat dalam menata kearifan lokal.
“Salah satu adat istiadat yang dikenal sampai hari ini dan masih diparaktekkan oleh masyarakat setempat adalah hading Mulung” demikian tutur Raja XIV dari struktur kerajaan Baranusa sampai hari ini.
Hading Mulung adalah salah satu cara adat dalam pemanfaatan sumberdaya alam dalam limit waktu tertentu, hading mulung akan habis waktunya setalah pihak kerajaan mencabutnya dengan melihat kondisi alam. Proses pencabuatan ini dalam bahasa adat disebut “Hobba Mulung”.
“Dalam sistem kerajaan Baranusa dahulu ada satu suku yang diberikan kewenangan untuk mengurus alam yaitu suku Sandiata” tambah Raja Baso
Semua yang berurusan dengan kehidupan manusia di muka bumi sampai mati sudah diatur dalam sistem adat Kerajaan Baranusa. Namun seiring dengan masuknya pemerintahan Formal perlahan-lahan adat istiadat ini mulai tereduksi.
“Dengan kondisi yang ada, kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai adat yang masih sinergis dengan kondisi hari ini, salah satunya Hading Mulung” tutup mensiunan Guru ini dihadapan para Dosen dan Guru Besar dari FEMA IPB. (MR. Vis)





