Surabaya, Visioner.id– Gagas Nusantara yang merupakan wadah intelektual kaum muda di Jawa Timur beraksi atas penolakan PT Freeport Indonesia (FI) atas rekomendasi ekspor yang telah diterbitkan oleh Dirjen Minerba-Kementerian ESDM.
Dengan diterimanya usulan Pemerintah oleh PTFI atas perubahan Kontrak Karya kepada Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), “maka tidak layak bagi PTFI masih berupaya untuk bernegosiasi kepada Pemerintah Indonesia hanya permasalahan pajak dan lantas mengorbankan nasib ribuan Pekerja Tambang Frreport,” ungkap Romadhon Direktur Gagas Nusantara saat dihubungi awak media, Minggu (19/2).
Gagas Nusantara menyakini bahwa Pemerintah Indonesia juga concern atas PTFI karena bagaimanapun juga berdasarkan PP 1/2017 dan juga Permen ESDM yang ada, PTFI dalam beberapa waktu akan menjadi BUMN melalui Divestasi yang menjadi salah satu syarat IUPK.
Pernyataan Menteri ESDM kemarin merupakan isyarat jelas mengenai posisi Pemerintahan Jokowi yang tidak lagi gentar bilamana akan dibawanya permasalahan ini melalui jalur Arbitrase.
“Jelas disana bahwa Pemerintah Indonesia lebih membela ribuan Pekerja Tambang Freeport dibanding keinginan Korporasi yang hanya memainkan isu ketenagakerjaan dikala mentok bernegosiasi dengan Pemerintah. Style PTFI sangat-sangat tidak mencerminkan korporasi kelas dunia,” tegas Romadhon.
Lanjut dia, itikad baik pemerintah untuk mendorong iklim investasi bagi seluruh perusahaan di Indonesia tanpa terkecuali termasuk PT. Freeport Indonesia. Akan tetapi, sangat disayangkan itikad baik pemerintah ini kembali dipermainkan oleh freeport hanya demi keegoisan semata.
Tak kurang, FI sampai harus mengorbankan ribuan pekerja hanya untuk mencari pembelaan masyarakat demi ambisi mempertahankan kontrak karya dan saham mayoritas dari perusahaan yg sdh mengeruk hasil bumi Indonesia.
“Untuk itu, manajemen PTFI yang baru selepas peninggalan Chappy Hakim yang baru mengundurkan diri sebaiknya melakukan introspeksi dan konsolidasi internal untuk memperbaiki kinerja dan kepatuhan perusahaan serta tidak lagi mengorbankan putra putri terbaik Indonesia yg bekerja di PT. FI demi hanya untuk memperoleh keuntungan golongan semata,” tutupya. (Cep/vis)






