
JAKARTA – Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Jend. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., atas prestasi gemilang layanan keimigrasian Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang berhasil masuk dalam jajaran 10 besar layanan imigrasi bandara terbaik dunia versi Skytrax 2026.
Prestasi yang diumumkan dalam World Airport Awards 2026 di London ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-10, sejajar dengan bandara kelas dunia lainnya seperti Singapore Changi Airport dan Hong Kong International Airport.
Ketua Pemuda Muslimin Jakarta Utara Oloan Gani menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata dari kepemimpinan progresif Jenderal Agus Andrianto dalam melakukan transformasi di tubuh kementerian yang baru ini.
“Kami sebagai elemen pemuda di Jakarta Utara sangat mengapresiasi kinerja Menteri Agus Andrianto. Beliau berhasil membawa semangat baru, profesionalisme, dan efisiensi yang sangat terasa di lapangan. Masuknya kita ke peringkat 10 dunia adalah pengakuan internasional atas kerja keras seluruh jajaran Kemenimipas di bawah arahan beliau,” ujarnya di Jakarta (20/03/2026).
Pemuda Muslimin Jakarta Utara menilai bahwa optimalisasi teknologi autogate dan peningkatan kualitas SDM petugas imigrasi yang ditekankan oleh Jenderal Agus Andrianto telah membuahkan hasil nyata. Konsistensi kualitas layanan selama dua tahun berturut-turut ini mencerminkan keberhasilan strategi digitalisasi dan pelayanan yang ramah bagi seluruh pengguna jasa.
“Kepemimpinan Jenderal Agus Andrianto memberikan rasa aman sekaligus kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan mancanegara. Kami berharap momentum ini terus dipertahankan dan menjadi standar bagi seluruh kantor imigrasi di Indonesia, tidak hanya di bandara internasional saja,” tambahnya.
Capaian Skytrax ini diharapkan menjadi tonggak sejarah bagi Kemenimipas untuk terus berinovasi dalam memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang modern, terbuka, dan berdaya saing global di bawah kepemimpinan Jenderal Agus Andrianto,”tutup Olan”.



