Visioner.id, Malang – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang menggelar aksi di depan pintu masuk DPRD Kota Malang. Ratusan kader HMI Cabang Malang yang di bawah nahkoda gerakan Muhammad Albar atau yang akrap disapa Janu menyampaikan orasa ilmiah yang begitu menawan. Pada hari Senin, (10/12/2018).
“Jokowi-JK pernah berjanji di tahun 2014 bahwa segala bentuk pelanggaran HAM berat ataupun ringan akan segera dituntaskan, tetapi realita penguasa saat ini seakan-akan tragis tidak muncul satu pun isu-isu tentang HAM yang di Indonesia di tahun sekarang“. Maka dari itu pola-pola seperti ini betul-betul menipu mata kita dengan segala pidato-pidato tentang pembangunan infrastruktus tetap rezim lupa dengan sebuah permasalahan HAM. Kata Muhammad Albar yang akrap disapa Janu selaku PTKP HMI Cabang Malang.
Albar selaku Jendral Lapangan menambahkan bahwa hari Senin yang bertepatan pada hari HAM dan kemarin pun kita memperingati hari anti korupsi sedunia tentunya kita tidak sedikit pun lupa bahwa kemarin tiga raja besar yang ada di Malang menggunakan rompi oranye, dimana rompi ini bisa di peroleh dengan mengambil uang rakyat dengan sembunyi-sembunyi. Disisi lain, kita hari ini mendengan kasus Novel Baswedan sampai saat ini pun bapak tercinta Jokowi-JK tidak berani mengungkap kasus ini, seakan akan hari ini rezim bekerja hanya untuk kepentingan semata.
Mereka lupa dengan masyarakat-masyarakar kaum dibawah bahwa atensi yang besar itu diperlukan. “Negara secara konstitusional menjamin hak warga negara tentu ini merupakan hal yang paling mendasar untuk segenap pemerintah untuk memberikan proteksi“. Tegasnya Albar selaku Jendral Lapangan.
Aksi HMI Cabang Malang hari ini masih tetap berlanjut sembari kader HMI Cabang Malang mengucapkan sumpah Mahasiswa dan Hymne HMI. (Adt).


