Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Amburadul Pembangunan Pariwisata di Pulau Awololong

by Visioner Indonesia
Februari 5, 2019
in Pendidikan
Reading Time: 2min read
Amburadul Pembangunan Pariwisata di Pulau Awololong
0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visioner.id, Malang – Menurut Algazali pembangunan pariwisata berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat didukung secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi, juga adil secara etika, dan sosial terhadap masyarakat sehingga tidak terjadi konflik.

Lanjutnya, Penyusunan Amdal harus dilakukan pada tahap studi kelayakan atau desain detil rekayasa, penyelenggaraan Kegiatan Amdal tidak boleh dilakukan setelah pelaksanaan pembangunan. Pasal 1 Butir 11 UUPPLH (32/2009) Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup adalah keputusan yang menyatakan kelayakan lingkungan hidup dari suatu rencana kegiatan wajib dilengkapi dengan Amdal. Yang menjadi sarat utama saja belum ada tapi sudah masuk pada tahap pelaksanaan. Tambah Algazali sebagai pembicara.

“Begitulah yang dikemukakan oleh Algazali dalam kegiatan dialog yang dilakukan IMAKMA (Ikatan Mahasiswa Kedang Malang) pada hari Minggu (03/2/2019) di Malang, yang juga dihadiri oleh Mahasiswa Kedang yang ada di Jogjakarta, Surabaya, dan Pasuruan dengan tema Dampak Pembangunan Wisata di Awulolong“.

Algazali juga menekankan “pembangunan pariwisata apung di Awololong itu keluar dari prinsip pembangunan pariwisata minimal pemerintah sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder terkait (Masyarakat, LSM, sukarelawan), belum lagi ijin lingkungan yaitu AMDAL dan UKL-UPL yang merupakan instrumen untuk merencanakan tindakan preventif terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang mungkin ditimbulkan dari aktivitas pembangunan”. Tegasnya.

Hasbullah yang juga Sebagai pembicara dalam dialog itu menyatakan bahwa ketika pembangunan dilakukan dan ada penolakan dari masyarakat menujukkan bahwa ada yang “eror” dalam pengambilan kebijakan oleh pemerintah Lembata. Konflik yang terjadi saat ini terjadi pada “level” pelaksanaan kebijakan. Jika ada pro dan kontra dalam pembagunan dalam perspektif pemerintahan berada pada level perencanaan yakni ketika pemerintah berencana membangun wisata apung di Awulolong sehingga konflik pro dan kontra terjadi berada pada tahap perencanaan dan diselesaikan pada level perencanaan, bukan pada tahap pelaksanaan tegasnya.

Dalam closing statemennya, Hasbullah menyampaikan bahwa. “Salah satu tujuan otonomi daerah adalah untuk mempercepat pembangunan”. Sejatinya pembangunan adalah untuk manusia, dan manusia hidup bersandar pada alam sehingga pembangunan harus ber-prikemanusia-an dan alam. (Tm).

Previous Post

IKUT DEKLARASI PILPRES 2019, BUPATI SULA AKAN DILAPORKAN

Next Post

Sosialisasi Dengan Masyarakat Jeneponto, 2 Caleg Gerindra di Sambut Baik

Related Posts

Pendidikan

Pemkab Jepara usulkan sekolah terintegrasi di Karimunjawa

Januari 4, 2026
Daerah

Mendikdasmen jadi pembina upacara hari pertama sekolah di Aceh Tamiang

Januari 4, 2026
Gen Z Bergerak – BNN Berubah: Dorong Terobosan Baru Menjelang Sumpah Pemuda 28 Oktober
Default

Gen Z Bergerak – BNN Berubah: Dorong Terobosan Baru Menjelang Sumpah Pemuda 28 Oktober

September 20, 2025
Pimpin IKA UICI, Aru Prayogi Tekankan Ini Jadi Wadah Pengabdian Kepada Masyakarat
Pendidikan

Pimpin IKA UICI, Aru Prayogi Tekankan Ini Jadi Wadah Pengabdian Kepada Masyakarat

September 6, 2025
Pendidikan

Bentuk Perhatian dan Empati, IKA-FISIP UB Beri Donasi Pada Sultan

September 4, 2023
AI Turun Tangan, Pengangguran Berhamburan
Artikel

AI Turun Tangan, Pengangguran Berhamburan

Juli 15, 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Muncar

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

TERPOPULER

Muncar

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved