Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Amburadul Pembangunan Pariwisata di Pulau Awololong

by Visioner Indonesia
Februari 5, 2019
in Pendidikan
Reading Time: 2min read
Amburadul Pembangunan Pariwisata di Pulau Awololong

Visioner.id, Malang – Menurut Algazali pembangunan pariwisata berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat didukung secara ekologis sekaligus layak secara ekonomi, juga adil secara etika, dan sosial terhadap masyarakat sehingga tidak terjadi konflik.

Lanjutnya, Penyusunan Amdal harus dilakukan pada tahap studi kelayakan atau desain detil rekayasa, penyelenggaraan Kegiatan Amdal tidak boleh dilakukan setelah pelaksanaan pembangunan. Pasal 1 Butir 11 UUPPLH (32/2009) Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup adalah keputusan yang menyatakan kelayakan lingkungan hidup dari suatu rencana kegiatan wajib dilengkapi dengan Amdal. Yang menjadi sarat utama saja belum ada tapi sudah masuk pada tahap pelaksanaan. Tambah Algazali sebagai pembicara.

“Begitulah yang dikemukakan oleh Algazali dalam kegiatan dialog yang dilakukan IMAKMA (Ikatan Mahasiswa Kedang Malang) pada hari Minggu (03/2/2019) di Malang, yang juga dihadiri oleh Mahasiswa Kedang yang ada di Jogjakarta, Surabaya, dan Pasuruan dengan tema Dampak Pembangunan Wisata di Awulolong“.

Algazali juga menekankan “pembangunan pariwisata apung di Awololong itu keluar dari prinsip pembangunan pariwisata minimal pemerintah sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder terkait (Masyarakat, LSM, sukarelawan), belum lagi ijin lingkungan yaitu AMDAL dan UKL-UPL yang merupakan instrumen untuk merencanakan tindakan preventif terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang mungkin ditimbulkan dari aktivitas pembangunan”. Tegasnya.

Hasbullah yang juga Sebagai pembicara dalam dialog itu menyatakan bahwa ketika pembangunan dilakukan dan ada penolakan dari masyarakat menujukkan bahwa ada yang “eror” dalam pengambilan kebijakan oleh pemerintah Lembata. Konflik yang terjadi saat ini terjadi pada “level” pelaksanaan kebijakan. Jika ada pro dan kontra dalam pembagunan dalam perspektif pemerintahan berada pada level perencanaan yakni ketika pemerintah berencana membangun wisata apung di Awulolong sehingga konflik pro dan kontra terjadi berada pada tahap perencanaan dan diselesaikan pada level perencanaan, bukan pada tahap pelaksanaan tegasnya.

Dalam closing statemennya, Hasbullah menyampaikan bahwa. “Salah satu tujuan otonomi daerah adalah untuk mempercepat pembangunan”. Sejatinya pembangunan adalah untuk manusia, dan manusia hidup bersandar pada alam sehingga pembangunan harus ber-prikemanusia-an dan alam. (Tm).

Previous Post

IKUT DEKLARASI PILPRES 2019, BUPATI SULA AKAN DILAPORKAN

Next Post

Sosialisasi Dengan Masyarakat Jeneponto, 2 Caleg Gerindra di Sambut Baik

Related Posts

KPK Duga Ada Peran Guru di Kasus Korupsi Penerimaan Maba Unsoed, Harga Kursi Rp50-500 Juta
HUKUM

KPK Duga Ada Peran Guru di Kasus Korupsi Penerimaan Maba Unsoed, Harga Kursi Rp50-500 Juta

Agustus 22, 2026
KPK OTT Rektor Unsoed: Jual Beli Kursi di Tiga Fakultas, Kampus Lain Ikut Dievaluasi
HUKUM

KPK OTT Rektor Unsoed: Jual Beli Kursi di Tiga Fakultas, Kampus Lain Ikut Dievaluasi

Agustus 22, 2026
Fenomena Jual Beli Kursi Calon Mahasiswa, KPK Dorong Audit Serentak Seluruh PTN
Pendidikan

Fenomena Jual Beli Kursi Calon Mahasiswa, KPK Dorong Audit Serentak Seluruh PTN

Agustus 22, 2026
Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia
BUMN

Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani Raih Gelar Doktor dari Universitas Indonesia

Agustus 22, 2026
Mendikdasmen Ungkap Syarat Guru P3K untuk Jadi PNS, Ini Jalur yang Bisa Ditempuh
Pendidikan

Mendikdasmen Ungkap Syarat Guru P3K untuk Jadi PNS, Ini Jalur yang Bisa Ditempuh

Agustus 22, 2026
Revitalisasi Sekolah Akhir 2026 Fokus di Daerah Bencana dan 3T
Pendidikan

Revitalisasi Sekolah Akhir 2026 Fokus di Daerah Bencana dan 3T

Agustus 22, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

TERPOPULER

PSI Menolak Dikaitkan dengan Budi Arie: “Kami Bukan Bagian dari Mereka”

Bank Mandiri Aktifkan Kembali Rekening Botok Usai Diblokir Jelang Demo

Gerindra Tegaskan Tak Terpengaruh Pernyataan Budi Arie Soal Pemilu 2029, Fokus Kawal Program Prabowo

DPR Usul Anggota KPI Pusat Ditambah Jadi 11, Komposisi Diubah, Fraksi PKS: Pemborosan!

Rupiah Dibuka Menguat di Tengah Harapan Damai di Timur Tengah

Menkeu Siapkan Dana Karhutla Rp5 T ke BNPB: “Jangan di-Markup”

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved