Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

INSTITUT PENELITIAN DAN PENDIDIKAN SOSIAL INDONESIA (IP2SI); Potensi Golput capai 30%, Bagaimana Solusi KPU dan BAWASLU menyikapi Suara Swing Voter dalam pemilu 2019

by Aulia Rachman Siregar
Maret 1, 2019
in serba serbi
Reading Time: 1min read
INSTITUT PENELITIAN DAN PENDIDIKAN SOSIAL INDONESIA (IP2SI); Potensi Golput capai 30%, Bagaimana Solusi KPU dan BAWASLU menyikapi Suara Swing Voter dalam pemilu 2019

Jakarta-  Potensi meningkatnya angka Golput (golongan putih) atau tidak memberikan suara saat Pemilu 2019 semakin mengkhawatirkan. Apalagi, semakin banyak muncul kampanye atau ajakan untuk golput dari berbagai kalangan, Rabu (27/2/2019)

Kehawatiran ini muncul disebabkan karena kinerja anggota lembaga penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu yang belum optimal dalam menyoroti polemik daftar pemilih tetap (DPT) dan sosialisasi pemilu serentak terhadap pemuda dan khususunya Mahasiswa sebagai pemilih pemula.

Kontroversi persiapan pileg dan pilpres 2019 yang serentak ikut menarik perhatian swing voters atau masa pemilih yang mengambang karena belum menentukan pilihan. Terlebih pemilu yang diadakan serentak ini membuat para pemilih bingung karena terlalu banyak surat suara yang akan di coblos pada waktu bersamaan.

Lebih lanjut, Gilang mengatakan bahwa jumlah swing voter memang cukup banyak pada pemilu 2019 nanti. Oleh karenanya swing voters turut menjadi penentu pada kontestasi politik lima tahunan ini.

Sementara itu, Direktur Institut Penelitian dan Pendidikan sosial Indonesia (IP2SI), Arief Wicaksana mengatakan swing voters dalam survei politik merupakan masyarakat atau pemilih rasional yang berjumlah 30 hingga 40% di setiap pemilu. Mereka biasanya tidak nyaman dengan tingkah laku para politisi peserta pemilu dan gagasan yang dinilai tidak masuk akal.

Dari data PSV, angka swing voter mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Dimulai dari 7,3% pada Pemilu 1999, 15,9% pada Pemilu 2004, 21,8% pada Pilpres putaran I tahun 2005, dan 23,4% pada pilpres putaran II tahun 2005. Sedangkan, pada Pileg 2009 terdapat 29,3% golput, sebanyak 28,3% pada Pilpres 2009, 24,8% pada Pileg 2014, dan 29,1% pada Pilpres 2014.

“Dari pengamatan Institut Penelitian dan Pendidikan sosial Indonesia (IP2SI), pemilu ke pemilu sejak era reformasi mulailah kelihatan bahwa masyarakat kita tidak semuanya memahami Mekanisme pemilihan umum apalagi dengan dilakukan serentak seperti ini. Kami tidak ingin golput terus meninggi, maka langkah apa yang akan diambil oleh KPU atau Bawaslu dalam menekan angka swing voter sebagai upaya mengurangi angka golput dalam pemilu kali ini” Tandas Gilang yang ditemui di kantor IP2SI.

Previous Post

PPD HMI Cabang Malang Tegaskan Pemkot untuk Perhatikan Masyarakat di Bawah

Next Post

Presiden Jangan Hidupkan Lagi Dwi Fungsi ABRI

Related Posts

MENJAGA HUTAN, MENGHIDUPKAN DESA: Gerakan “Hutan Asuh” Girijaya Menyulap Camping Ground Menjadi Laboratorium Konservasi
Daerah

MENJAGA HUTAN, MENGHIDUPKAN DESA: Gerakan “Hutan Asuh” Girijaya Menyulap Camping Ground Menjadi Laboratorium Konservasi

Agustus 2, 2026
Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur
serba serbi

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

April 27, 2026
serba serbi

Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dan Diskusi Bersama para Tokoh Bangsa

Maret 4, 2026
serba serbi

Profil Arif Satria: Rektor IPB jadi Kepala BRIN

November 11, 2025
Daerah

Wow! Ras Muhamad Akan Tampil di Pamekasan

Oktober 8, 2019
Daerah

Campur Lorjuk, Kuliner Khas Madura dengan Citarasa Melegenda

September 4, 2019

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Sudaryono Wajibkan Pejabat BGN Berkantor di Daerah, Masuk Jakarta Harus Izin

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Calon Gubernur BI ke Istana

DPR: 88% Transaksi Judol Pakai QRIS, OJK dan Bank Indonesia Diminta Blokir Sistem

Harga Cabai & Beras Naik Akhir Pekan Ini, Cabai Rawit Merah Nyaris Rp60.000

BGN Identifikasi 950 Dapur MBG Diduga Tak Penuhi Standar Sanitasi, Terancam Ditutup Permanen

Lulusan Vokasi Lebih Cepat Diterima Kerja, Kalahkan Sarjana di Pasar Kerja

TERPOPULER

Sudaryono Wajibkan Pejabat BGN Berkantor di Daerah, Masuk Jakarta Harus Izin

Presiden Prabowo Panggil Sejumlah Calon Gubernur BI ke Istana

DPR: 88% Transaksi Judol Pakai QRIS, OJK dan Bank Indonesia Diminta Blokir Sistem

Harga Cabai & Beras Naik Akhir Pekan Ini, Cabai Rawit Merah Nyaris Rp60.000

BGN Identifikasi 950 Dapur MBG Diduga Tak Penuhi Standar Sanitasi, Terancam Ditutup Permanen

Lulusan Vokasi Lebih Cepat Diterima Kerja, Kalahkan Sarjana di Pasar Kerja

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved