Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

INSTITUT PENELITIAN DAN PENDIDIKAN SOSIAL INDONESIA (IP2SI); Potensi Golput capai 30%, Bagaimana Solusi KPU dan BAWASLU menyikapi Suara Swing Voter dalam pemilu 2019

by Aulia Rachman Siregar
Maret 1, 2019
in serba serbi
Reading Time: 1min read
INSTITUT PENELITIAN DAN PENDIDIKAN SOSIAL INDONESIA (IP2SI); Potensi Golput capai 30%, Bagaimana Solusi KPU dan BAWASLU menyikapi Suara Swing Voter dalam pemilu 2019
0
SHARES
64
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-  Potensi meningkatnya angka Golput (golongan putih) atau tidak memberikan suara saat Pemilu 2019 semakin mengkhawatirkan. Apalagi, semakin banyak muncul kampanye atau ajakan untuk golput dari berbagai kalangan, Rabu (27/2/2019)

Kehawatiran ini muncul disebabkan karena kinerja anggota lembaga penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu yang belum optimal dalam menyoroti polemik daftar pemilih tetap (DPT) dan sosialisasi pemilu serentak terhadap pemuda dan khususunya Mahasiswa sebagai pemilih pemula.

Kontroversi persiapan pileg dan pilpres 2019 yang serentak ikut menarik perhatian swing voters atau masa pemilih yang mengambang karena belum menentukan pilihan. Terlebih pemilu yang diadakan serentak ini membuat para pemilih bingung karena terlalu banyak surat suara yang akan di coblos pada waktu bersamaan.

Lebih lanjut, Gilang mengatakan bahwa jumlah swing voter memang cukup banyak pada pemilu 2019 nanti. Oleh karenanya swing voters turut menjadi penentu pada kontestasi politik lima tahunan ini.

Sementara itu, Direktur Institut Penelitian dan Pendidikan sosial Indonesia (IP2SI), Arief Wicaksana mengatakan swing voters dalam survei politik merupakan masyarakat atau pemilih rasional yang berjumlah 30 hingga 40% di setiap pemilu. Mereka biasanya tidak nyaman dengan tingkah laku para politisi peserta pemilu dan gagasan yang dinilai tidak masuk akal.

Dari data PSV, angka swing voter mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Dimulai dari 7,3% pada Pemilu 1999, 15,9% pada Pemilu 2004, 21,8% pada Pilpres putaran I tahun 2005, dan 23,4% pada pilpres putaran II tahun 2005. Sedangkan, pada Pileg 2009 terdapat 29,3% golput, sebanyak 28,3% pada Pilpres 2009, 24,8% pada Pileg 2014, dan 29,1% pada Pilpres 2014.

“Dari pengamatan Institut Penelitian dan Pendidikan sosial Indonesia (IP2SI), pemilu ke pemilu sejak era reformasi mulailah kelihatan bahwa masyarakat kita tidak semuanya memahami Mekanisme pemilihan umum apalagi dengan dilakukan serentak seperti ini. Kami tidak ingin golput terus meninggi, maka langkah apa yang akan diambil oleh KPU atau Bawaslu dalam menekan angka swing voter sebagai upaya mengurangi angka golput dalam pemilu kali ini” Tandas Gilang yang ditemui di kantor IP2SI.

Previous Post

PPD HMI Cabang Malang Tegaskan Pemkot untuk Perhatikan Masyarakat di Bawah

Next Post

Presiden Jangan Hidupkan Lagi Dwi Fungsi ABRI

Related Posts

serba serbi

Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dan Diskusi Bersama para Tokoh Bangsa

Maret 4, 2026
serba serbi

Profil Arif Satria: Rektor IPB jadi Kepala BRIN

November 11, 2025
Daerah

Wow! Ras Muhamad Akan Tampil di Pamekasan

Oktober 8, 2019
Daerah

Campur Lorjuk, Kuliner Khas Madura dengan Citarasa Melegenda

September 4, 2019
Iswanto Optimis akan Membawa HMI Ekonomi UMM Menuju Revolusioner
serba serbi

Iswanto Optimis akan Membawa HMI Ekonomi UMM Menuju Revolusioner

Juni 26, 2019
Fight To Fauth untuk HMI Cabang Ambon
serba serbi

Fight To Fauth untuk HMI Cabang Ambon

Juni 25, 2019

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved