Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

PB SEMMI : Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182, Pemerintah Perlu Evaluasi Dan Eliminasi

by Visioner Indonesia
Januari 10, 2021
in Default
Reading Time: 3min read
PB SEMMI : Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182, Pemerintah Perlu Evaluasi Dan Eliminasi
0
SHARES
53
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia merespon perihal pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang hilang kontak.

“Kami turut berduka, kami tetap berdoa berharap semua penumpang termasuk saudara kami Mulyadi P Tamsir Mantan Ketum PB HMI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP KNPI beserta keluarga ditemukan semua dalam keadaan selamat.” kata Gurun kepada wartawan, Sabtu. (09/01/2021)

Dirinya berharap peristiwa kecelakaan pesawat yang terjadi hari ini tidak terulang kembali dan jadikan bahan pelajaran untuk Pemerintah melakukan perbaikan segala aspek penerbangan mengingat belum lama 2 (dua) tahun lalu kecelakaan terjadi pada penerbangan Lion Air JT-610 pada Oktober 2018.

“Kami berharap tidak terjadi lagi, jangan lupa belum lama sekitar 2 (dua) tahun lalu Lion JT610 pada oktober 2018 maka pemerintah harus betul-betul serius jadikan ini pelajaran untuk perbaikan segala aspek transportasi penerbangan.” Ujar Gurun

Lebih lanjut, Gurun menyampaikan bahwa Jatuhnya pesawat SJ182 harus diselidiki mendalam oleh Pemerintah disebabkan karena human error atau kerusakan pada mesin namun apapun itu tetap perlu diberikan sanksi untuk maskapai penerbangan.

“Pemerintah harus selidiki mendalam peristiwa jatuhnya SJ182 apakah karena human error atau kerusakan pada mesin dan tetap perlu memberikan sanksi terhadap maskapai penerbangan sebagai upaya menciptakan kualitas penerbangan dan kehati-hatian, karena ini menyangkut jiwa, keselamatan manusia adalah hukum tertinggi.” Ujar Gurun

“Dalam hukum ada istilah unsur dolus (kesengajaan) dan culpa (kelalaian), jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ182 ada dugaan kesengajaan atau ketidaksengajaan (lalai) terhadap perbaikan mesin atau pembiaran peningkatan kualitas pekerja, tetap harus diberikan sanksi maskapainya.” Ujar Gurun

Bahkan Advokat Muda ini menyampaikan sejumlah masalah dan risiko mucul paska pecah kongsi Sriwijaya dengan Garuda. Sejumlah masalah itu antara lain, sejumlah fasilitas dari Garuda Indonesia melalui kerja sama manajemen (KSM) seperti maintenance repair dan overhaul (MR0) dai GMF Aeroasia sudah dihilangkan. 2 (dua) Direksi yang mundur dulu tahun 2019 juga sudah memperkirakan akan terjadi sesuatu untuk pesawat Sriwijaya. Kalau pesawat Sriwijaya SJ182 tidak ada maintanance ini dapat diduga unsur kesengajaan, jika maskapai hanya memikirkan untung saja tidak memikirkan keselamatan penumpang, jika demikian maka PB SEMMI meminta kepada Pemerintah agar Sriwijaya Air dapat diberikan sanksi dicabut ijin terbangnya.

Kemudian, menurutnya pesawat SJ182 Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air yang jatuh dikepulauan seribu termasuk jenis pesawat yang telah diberikan peringatan keras pada pertengahan tahun 2020 lalu oleh otoritas Penerbangan AS yakni Administrasi Penerbangan Federal (FAA) dalam pemberitaan Reuters, seperti dilansir detikTravel, Sabtu (9/1/2021), otoritas penerbangan AS, FAA mengeluarkan arahan darurat dikhususkan pada 2.000 pesawat Boeing 737 yang diparkir karena pandemi. FAA memperingatkan kemungkinan korosi pada pesawat yang diparkir. Kerusakan ini dapat menyebabkan kegagalan pada mesin ganda. Hal ini menjadi catatan pelajaran bagi pemerintah dan maskapai penerbangan agar tidak bersikap apatis terhadap peringatan.

Dirinya menyampaikan pula bahwa mendapat informasi pesawat Sriwijaya Air yang jatuh pada hari ini telah berusia 26 tahun, pesawat ini melakukan penerbangan pertama pada Mei 1994. Oleh sebab itu pemerintah dinilai bukan hanya melakukan evaluasi namun juga eliminiasi pesawat-pesawat yang berusia tua.

“Kami dapat informasi juga pesawat Sriwijaya SJ182 ini penerbangan pertama dilakukan pada tahun 1994 artinya pesawat ini sudah berusia 26 Tahun, sudah berusia tua ini, berbahaya. Kedepan pemerintah bukan hanya evaluasi sistem penerbangan namun juga harus lakukan upaya-upaya eliminasi pesawat-pesawat berusia tua.” Tegasnya.

Previous Post

DPR PAN Minta Risma Hentikan Parodi Pencitraan Ugal-Ugalan

Next Post

Pelajaran dari Masa Lalu: Langkah Industri Hari ini

Related Posts

Default

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Juni 10, 2026
Default

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Juni 10, 2026
Default

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Juni 6, 2026
Default

Muncar

Juni 5, 2026
Default

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Mei 25, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Mei 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

TERPOPULER

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved