
BY. Capt. Effendi.Abdullah
Pengalaman Pahit Yang TERCECER tetapi SANGAT SYAKRAL untuk dikenang…
Saat itu Hari Minggu Tanggal 25 Januari 1981 saya berada diatas Kapal Milik Pertamina yaitu : MT.KATSUE / PERMINA-52 berangkat dari Pelabuhan Balongan Anchorage menuju Pelabuhan Bula (Seram Timur) akan mengangkut minyak Mentah tujuan Singapore…
Waktu itu Laut Jawa SEDANG NGAMUK DAN SANGAT GANAS…
Semua ABK masuk kamarnya masing2.. Ada yang Berdoa dan ada juga yang hanya Pasrah saja dengan Ombak yang Lebih Tinggi dari Pohon Kelapa atau Stasiun Gambir…
Suasana di dapur Kapal dan Salon Perwira yang biasanya ramai dan hiruk-pikuk, hari itu sangat sepi bahkan semua makanan masih utuh…
Kecepatan Kapal (Average Speed) yang biasanya 12-13 Knots hanya mampu bertahan antara 3 – 4 Knots saja…
Besok siangnya Hari Senin Tgl 26 Januari 1981 Stasiun Radio Pantai Surabaya (PKD = Papa- Kilo-Delta) memancarkan Berita Cuaca yang SANGAT EXTRIM agar Kapal-kapal diminta cari lokasi untuk Perlindungan..!
Siangnya posisi kapal kami menerima pancaran BERITA MARABAHAYA INTERNASIONAL (SOS) melalui Radio Telegraphy Markonis Kapal Penumpang milik PT.PELNI yaitu KM.Sangihe untuk meminta semua Kapal yang lewat agar SEGERA memberikan Pertolongan kepada KAPAL TAMPOMAS-II, yang sedang Terbakar disebelah Timur Pulau Masalembo…
Kami Plot Posisi Lintang dan Bujur Kapal Tampomas-II di Peta, ternyata jaraknya masih Cukup Jauh yaitu kami harus berlayar semalam lagi, walaupun Mesin Induk sudah pada posisi FULL AWAY, tetapi Ganasnya Ombak, Alun dan Gelombang laut saat itu mendorong Kapal untuk Mundur ke Belakang (Tertahan Ombak)….
Hari Selasa, Tgl 27 Januari 1981 malamnya Jam 23.00 WITA) Kapal TAMPOMAS-II, mulai Tenggelam menuju ke Dasar Laut di Perariran Masalembo, Jam 01.30 WITA (Tengah Malam) kami berlayar melintasi diatasnya (Suasananya Terasa Sangat Hening dan…..)
Nakhoda Kapal kami bernama CAPT. BAMBANG SUGITO mengumpulkan semua ABK di Anjungan Malam itu lalu Kami semua Berdoa yang ditujukan Khusus kepada seluruh ABK dan Penumpang, semoga mendapat Tempat yang Mulia disisi Allah SWT. Amin..
Selanjutnya kami semua Melambaikan Tangan sambil mengucapkan “Selamat Jalan Saudara2ku”…
Kemudian kami teruskan Perjalanan Menerjang Amarah dari “SEGITIGA MASALEMBO” Dengan Kondisi Pasrah dan Tawakal…
“SAILORS NEVER SAY GOOD BYE…, BECOUSE THEY JUST DISAPPEAR FOR A WHILE…”