
JAKARTA, 13 MEI 2026 – Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini merambah ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Langkah strategis ini dinilai sebagai manifestasi nyata dari sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali bagi warga binaan.Ketua Pemuda Muslimin Jakarta Utara, Oloan Gani menegaskan bahwa kolaborasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) yang dipimpin Dadan Hindayana dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) adalah langkah cerdas untuk memanfaatkan aset negara yang selama ini kurang teroptimalisasi.Poin-Poin Strategis Dukungan:Akselerasi Operasional 36 Dapur SPPG: Kami mendukung penuh target Dirjenpas Mashudi untuk mengoperasikan 36 dapur MBG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG) pada akhir Mei 2026. Progres pembangunan yang telah mencapai 90% menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengejar ketahanan gizi nasional.Pemberdayaan Warga Binaan: Kami menyambut baik pelibatan warga binaan sebagai tenaga kerja dapur. Dari total 46 pekerja di setiap unit dapur, dialokasikannya kuota bagi 20 warga binaan berprestasi bukan sekadar pekerjaan, melainkan sarana pembinaan keterampilan memasak yang bersertifikasi laiw higienis.Optimalisasi Aset untuk Masyarakat: Pemanfaatan lahan Lapas sebagai lokasi pembangunan dapur SPPG sangat tepat karena lokasinya yang strategis di tengah masyarakat.
Kami memandang program ini bukan sekadar soal bagi-bagi makanan, tapi soal membangun martabat manusia. Warga binaan diberikan kesempatan berkontribusi untuk negara melalui penyediaan gizi, dan masyarakat mendapatkan haknya atas pangan sehat,” ujar Oloan Gani.Pemuda Muslimin Jakarta Utara berkomitmen untuk terus mengawal implementasi program ini di lapangan, memastikan standar gizi tetap terjaga sesuai instruksi Badan Gizi Nasional, serta menjamin transparansi dalam pengelolaannya.
