
Pamekasan, Visioner.id – Baru 3 bulan menciptakan token CCB, kini sudah dikenal banyak orang di dunia. Pria tersebut bernama Subaidi, pemuda asal Pamekasan, Madura yang malang melintang di dunia crypto currency.
Direktur utama PT. Sentral Selular Indonesia (SSI), Subaidi menjelaskan, token CCB dibangun di dalam jaringan blockchain Tron agar Fee transaksi Holders lebih rendah.
Token yang dikembangkan pria 39 tahun dan timnya ini mulai dirilis pada Desember 2021. Token tersebut merupakan pendatang baru dibandingkan dangan para seniornya, seperti Bitcoin dan Ethereum.
“Artinya potensi menuju ke bulan, token CCB sangat besar, Bitcoin butuh 10 tahun untuk mejadi asset yang di cari banyak orang, token CCB baru berumur 3 bulan,” tutur mantan TKI yang mencatatkan kegagalannya sebanyak 47 kali dalam berbisnis.
Menurutnya, karena tingginya antusias peminat terhadap token CCB ini, pada awal listing di market global England dengan harga perdana 0,25usd setelah empat hari di mencapai kenaikan hingga 8700% dengan capaian ATH $20,80 usd/CCB.
Hal itu tercatat di market IndoEx dan Marketcap Nomics, sehingga CEO Subaidi mengaku cukup terkejut dengan antusias masyarakat.
“Seumur-umur saya main kripto, trading kripto, ini yang pertama dan Alhamdulillahnya di Indonesia saya yang develop dan bekerja sama dengan Founder CCB dalam salah satu medsosnya,” tambah Subaidi.
Subaidi juga mengaku, sedang gencar melakukan komunikasi dengan beberapa market baru di Indonesia.
Menurutnya, CCB harus segera Listing di Indonesia, mengingat keputusan pemerintah pada 1 Mei 2022 para pemain Cryptocurrency akan di kenakan pajak PPN dan PPH masing – masing 0,1%.
“Kita harus ikut berpartisipasi membangun pemerintah dengan membayar pajak dalam membangkitkan Ekonomi Indonesia,” ucap pria kelahiran desa Bujur Tengah itu.
Lebih lanjut Subaidi menjelaskan, hingga saat ini, token CCB ditransaksikan melalui exchanger global, yaitu IndoEx dan akan segera listing di market Indonesia dengan Pair IDR, USDT dan TRX pada bulan April ini.
“Selain itu, token CCB ini juga akan digunakan sebagai utilitas untuk game, NFT marketplace dan metaverse yang juga menjadi proyek dari CCB,” tandasnya. (Klsn/Hsd)
