
Jakarta,- Sebagai salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama yang bergerak di bidang kepemudaan dan kemasyarakatan. GP Ansor telah meneguhkan komitmen untuk terus berkhidmat tanpa batas dalam rangka menjaga dan merawat Indonesia. Sejak awal berdiri, GP Ansor selalu ada di garda terdepan dalam mengawal dan menjaga Indonesia dari pelbagai bentuk ancaman. Oleh karena, momentum Harlah ke-88, GP Ansor mengusung tema “Berkhidmat Tanpa Batas.” Artinya, mengabdi pada negeri dan masyarakat adalah komitmen utama. Sebab itulah, pengabdian (khidmat) GP Ansor diakui banyak pihak.
Pj Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Romadhon JASN mengatakan bakti (khidmat) GP Ansor pada negeri dan masyarakat tak dapat diragukan lagi. Hampir dalam setiap gerak-laju perubahan dan dinamika kebangsaan, Ansor selalu menjadi entitas yang tak terpisahkan. Sumbangsih dan pengabdian Ansor diwujudkan dalam banyak hal termasuk dalam hal menjaga Indonesia dari ancaman ideologi transnasional radikal-ekstrem.
“Pengabdian atau khidmat GP Ansor memang betul tanpa batas, senafas dengan tema Harlah ke-88 ini. Sumbangsih Ansor pada bangsa ini terutama ketika Indonesia dihantui paham atau ideologi transnasional, Ansor ada di garda terdepan memerangi ideologi radikal-ekstrem itu,” ujar Romadhon JASN kepada media di Jakarta, Senin (24/4/2022).
Menurut Romadhon, GP Ansor selain menjadi salah satu organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan yang memiliki semangat keindonesiaan yang kokoh, juga menjadi benteng pertahanan negara. Pasalnya, GP Ansor selalu tampil di garda terdepan dan memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap pelbagai persoalan kebangsaan dan kenegaraan.
“Ansor punya Banser jelas itu berkhidmat pada negara. Bagi saya Ansor benteng pertahanan negara ada berapa ribu anggota Banser yang selalu terlibat turun tangan ketika ada persoalan,” tutur Romadhon
“Artinya banyak sekali kader-kader militan yang lahir dari Ansor melalui proses kaderisasi di Banser yang siap diterjunkan untuk mengabdi atau berkhidmat pada negera dan masyarakat,” tambahnya.
Oleh karena kata Romadhon, reputasi dan rekam jejak GP Ansor sepanjang sejarah berdirinya telah banyak memberikan kontribusi berupa pengabdian tanpa batas. Sehingga organisasi yang resmi berdiri sejak Muktamar NU ke-9 pada tanggal 24 April 1934 M / 10 Muharram 1353 H di Banyuwangi itu sampai sekarang eksis dan banyak diminati. Apalagi di bawah kepemimpinan gus Yaqut Cholil Quomas selaku Ketua Umum PP GP Ansor, banyak sekali melakukan terorobosan dan transformasi perubahan. Di antaranya, yang saat ini diluncurkan adalah kantor kepengurusan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi metaverse.
“Saya melihat di bawah kepemimpinan gus Yaqut Cholil Quomas terobosan dan transformasi perubahan sangat cepat. Di Harlah ke-88 ini beliau meluncurkan kantor virtual (Ansor Metaverse). Beliau ingin kader Ansor mampu beradaptasi dengan pesatnya kemajuan teknologi digital. Para kader diharap responsif dengan dinamika zaman yang super cepat perubahannya,” pungkasnya. (Aru)
