
Jakarta,- Jaringan Aktivis Nusantara Bogor Raya ikut mengomentari pemberitaan terkait makna Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang disematkan pada kasus Bupati Bogor Ade Yasin.
Kordinator Jaringan Aktivis Nusantara Bogor Raya M Hafiz Azami telah mendengar kronologi yang disampaikan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, dan menurutnya kurang tepat jika penangkapan tersebut disebut OTT.
“Jika kita melihat arti sederhana OTT yaitu kan ketangkap basah, misalnya Bupati Bogor sedang transaksi lalu langsung tertangkap tangan, kalo ini kan engga” Ungkap Hafiz
Menurutnya, jika merujuk pada Operasi Tangkap Tangan sebenarnya sudah diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Pasal 1 ayat (19).
Adapun penjelasannya sebagai berikut :
“Tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya, atau apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu.”
Lebih lanjut, Hafiz merasa heran, kenapa Ade Yasin diserukan terkena OTT, padahal telah jelas Ade Yasin tidak ikut pada transaksi. Hal tersebut menurutnya hanya dijadikan sebutan untuk menjatuhkan martabat.
“Kalo dilihat kronologi, semua tersangka dijemput di kediamannya masing-masing, seharusnya jika KPK telah menguntit tersangka, langsung ditangkap dan lagi pula Ibu Ade hanya menegaskan kepada anak buahnya agar diusahakan WTP, mungkin seperti yang dibilang beliau, ini Inisiatif anak buahnya dengan cara curang menyuap BPK. Beliau hanya kena apesnya” Tambah nya.
Disisi lain, dirinya mengapresiasi sikap Ksatria Ade Yasin yang dengan ikhlas bertanggung jawab terhadap ulah anak buahnya dan dirinya menghormati proses hukum yang masih tengah berlangsung.
“Sikap pemimpin yang tanggung jawab, beliau rela menerima konsekuensi dari kesalahan anak buahnya, semoga kesabaran dan ketabahan menyertai Ibu” Tutup Hafiz. (AAA)
