
Jakarta, Sekretaris jenderal Visioner Indonesia Akril Abdillah mengatakan radikalisme yang berujung pada terorisme menjadi masalah penting bagi Indonesia, pasalnya hingga saat ini paham radikalisme belum mampu juga diselesaikan oleh BNPT.
“Walaupun sudah diperkuat dengan personel dan anggaran namun gerakan radikalisme belum juga berakhir”, ucap Akril melalui keterangan persnya Selasa, 31/05/2022.
Lebih lanjut Akril mengatakan ada faktor-faktor penyebab gagal agenda BNPT yang menyebabkan paham radikalisme terus berkembang di Indonesia, sehingga hal tersebut harus dievaluasi.
“Paham Radikalisme terus berkembang dan belum juga berakhir sehingga kami melihat ada faktor-faktor gagal agenda BNPT yang harus dievaluasi”, ucap Akril.
Akril mendorong BNPT untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada seluruh komponen masyarakat guna mencegah berkembangnya paham berbahaya dan potensi ancaman padam radikalisme.
“BNPT harus melalukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme”, tuturnya.
“Harus ada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk tidak membiarkan berkembangnya paham radikalisme demi menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa”, tutupnya.
