
Jakarta, Koordinator Jaringan Aktivis Nusantara Romadhon Jasn mengapresiasi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan atas diresmikannya dua fasilitas dengan teknologi canggih yaitu Medical Intelligence Wangsa Avatar BIN dan Smart Campus Dr (HC) Ir Soekarno di lingkungan STIN, Bogor, Jawa Barat, Senin (30/5/2022).
“Kami mengapresiasi Kepala Badan Intelejen negara atas kinerja mendirikan Medical Intelligence Wangsa Avatar BIN dan Smart Campus yang berteknologi canggih”, ujar Romadhon melalui keterangan persnya, Selasa, 31/05/2022.
Lebih lanjut Romadhon mengatakan kehadiran Smart Campus dan Medical Intelligence dapat menguatkan STIN sebagai kampus bertaraf internasional yang mencetak lulusan berprestasi yang nantinya menjadi personil intelijen negara yang tangguh dan profesional.
“Smart Campus dan Medical Intelligence merupakan terobosan yang luar bias dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas jajaran personel BIN”, tuturnya.
Menurut Romadhon hadirnya teknologi canggih Smart Campus dan Medical Intelligence akan meningkatkan kemampuan para intelejen untuk mengolah data, mencari data, dan memvalidasi data, sehingga data itu bisa digunakan sebagai basis pijakan pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan.
“Hadirnya Smart Campus dan Medical Intelligence diyakini dapat meningkatkan kemampuan BIN yang tangguh dan profesional yang mampu menyediakan informasi intelijen secara cepat, tepat, dan akurat”, tutupnya.
Untuk diketahui prosesi peresmian Medical Intelligence Wangsa Avatar BIN dan Smart Campus Dr (HC) Ir Soekarno di lingkungan STIN, dihadiri oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (purn) Budi Gunawan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, Gubernur Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) Laksamana Muda TNI Ivan Yulivan, dan Mantan Kepala BIN Jenderal TNI (purn) AM Hendropriyono.
Kemudian Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menkopolhukam Mahfud MD, Menkum HAM Yasonna Laoly, MenPAN RB Tjahjo Kumolo, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
