Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Posisi Pancasila di Tengah Benturan Ideologi Kapitalisme dan Sosialisme

by Visioner Indonesia
November 17, 2022
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
120
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Yamin
BADKO HMI Jabodetabek-Banten

Kemajuan teknologi dan informasi menciptakan borderless world yang menjadi akibat penyebaran informasi semakin cepat dan mudah diakses. Fenomena borderless world
ini kemudian memberi kesempatan paham-paham ideologi ditransfer melalui berbagai platform dan produk internet.

Kemudahan penyebaran ini akan berdampak signifikan terhadap nilai-nilai yang dianut suatu negara, Pancasila misalnya. Hal yang pasti terjadi pada fenomena ini adalah benturan ideologi, contohnya benturan ideologi Kapitalisme dan Sosialisme. Pada kesempatan ini, penulis akan menguraikan bagaimana posisi Pancasila di tengah benturan Ideologi Kapitalisme dan Sosialisme dan bagaiaman strategi agar value yang terkandung di tubuh Pancasila dapat terinternalisasi secara mendalam dan diimplementasikan sebagai bentuk kekuatan berbangsa dan bernegara.

Karl Manheim dalam tulisannya Ideologi dan Utopia: Menyingkap Kaitan Pikiran dan Politik, mengatakan ideologi Kapitalisme dan Sosialisme sebagai ideologi dominan di dunia.

Dalam catatan sejarahnya, pertarungan antara kedua ideologi ini sudah cukup panjang dan menjadi dikotomi antara Blok Barat dan Blok Timur. Sebagai upaya Indonesia
menghadapi benturan dua blok ini, Indonesia kemudian menganut istilah gerakan Non-Blok sebagai penegasan posisi yang tidak terkooptasi di antara keduanya. Namun, meskipun demikan, arus globalisasi berkontribusi dengan secara mudah menyebarkan argumentasi berupa kekuatan-kekuatan dan pengaruh di antara keduanya, dalam hal ini ideologi.

Berdasarkan fenomena di atas, timbul pertanyaan tentang bagaimana posisi Pancasila sebagai landasan hidup bangsa Indonesia di tengah benturan dua ideologi Kapitalasime dan
Sosialisme di era globalisasi? Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki potensi menerima
nilai-nila baru dari luar. Tantanganya nampak pada arus informasi yang memuat konten ideologi alternatif yang dengan mudahnya diakses masyarakat Indonesia. Sehingga tawaran solusi yang bisa disampaikan yakni menginternalisasi esensi nilai-nilai dari Pancasila, pemanfaatan teknologi informasi dengan mengedepankan asas-asas Pancasila, serta pendidikan berbasis Pancasila di semua tingkat pendidikan

Previous Post

Jaringan Aktivis Nusantara Dukung Marsekal Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Next Post

Diduga Korupsi Pengadaan Bibit, Kamasta Minta KPK Periksa Kadis Perkebunan dan Holtikultura Sultra

Related Posts

Default

INDONESIA JADI KIBLAT PEMASYARAKATAN DUNIA: PEMUDA MUSLIMIN JAKARTA UTARA NYATAKAN DUKUNGAN PENUH ATAS TRANSFORMASI SISTEM PEMULIHAN BERBASIS BUDAYA

April 20, 2026
Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung
Default

Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung

April 19, 2026
Default

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

April 18, 2026
Default

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

April 16, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

April 12, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved