
Jakarta, Tingkat kepercayaan publik terhadap polri kembali meningkat, hal tersebut sebagaimana hasil survei yang dilaksanakan Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) periode Desember 2022.
Menurut Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, meningkatnya citra Polri ditengah-tengah masyarakat merupakan hasil dari profesionalitas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang terus berupaya memulihkan nama baik Polri ditengah terpaan berbagai cobaan yang melanda Polri akhir-akhir ini.
“Meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri adalah bukti kerja keras Kapolri Sigit yang terus melakukan pembenahan ditengah banyaknya cobaan yang Polri hadapi”, ujar Akril di Jakarta melalui keterangan persnya, Senin, 19/12/22.
Akril mengatakan gagasan, inovasi dan kebijakan pelayanan publik yang Kapolri sajikan untuk meraih kembali atau mengembalikan kepercayaan publik sudah sangat tepat. Sehingga, Kapolri tidak membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan citra Polri yang menurun akibat derasnya kritikan kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo.
“Inovasi dan kebijakan pelayanan publik yang Kapolri Sigit sajikan pada masyarakat sudah sangat tepat, sehingga dengan cepat tingkat kepercayaan Masyarakat pada Korps Bhayangkara kembali naik”, tuturnya.
Akril berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tetap terbuka menerima segala macam kritikan dan masukan dari masyarakat, terlebih mengedepankan komunikasi, merangkul, mendekati para pemuda, tokoh masyarakat dan mahasiswa.
“Kami berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selalu menerima kritikan dan masukan agar kepercayaan masyarakat terus meningkat”, tutupnya,
Diketahui, Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan mengatakan tingkat kepercayaan publik kepada Polri pada Desember 2022 naik menjadi 71,4 persen. Angka ini terus menguat bila dibanding hasil survei sebelumnya pada bulan Agustus 2022 yang hanya 56,3 persen, naiknya kepercayaan publik itu berdasarkan survei yang dilaksanakan Lemkapi pada tanggal 2 sampai 14 Desember 2022, dengan melibatkan 1.000 responden berusia 17 tahun ke atas





