Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Turunkan Angka Stunting di Indonesia, KOHATI PB HMI Dukung Kampanye #BumilSehat 

by Visioner Indonesia
Desember 22, 2022
in Kesehatan
Reading Time: 3min read
0
SHARES
42
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,- Angka prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 oleh Kementerian Kesehatan sebesar 24,4 %. Stunting menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), adalah gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk, terserang infeksi yang berulang, maupun stimulasi psikososial yang tidak memadai. 

Pada momen peringatan Hari Ibu tahun 2022, Kementerian Kesehatan menggalakkan kampanye #BumilSehat dengan melibatkan stakeholder lintas sektor secara nasional. Kampanye ini sebagai wujud dukungan kepada para ibu yang tengah menjalani masa kehamilan dan atau melaksanakan program hamil. 

Menanggapi hal tersebut Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL) KOHATI PB HMI, Nurmaida Saana, mengatakan bahwa Korps HMI Wati Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (KOHATI PB HMI) sebagai Organisasi kemahasiswaan yang fokus pada isu keperempuanan turut serta mendukung dan ikut mengalakan kampanye percepatan penurunan stunting dan menjaga kesehatan ibu hamil (bumil)

“Partisipasi KOHATI ini salah satu dari program kerja Bidang Hubungan Antar Lembaga sebagai komitmen dalam mewujudkan Indonesia Bebas Stunting”, ujar Alumni Universitas Indonesia di Jakarta, Kamis, 22/12/2022.

Perempuan kelahiran Sulawesi Tenggara menyebut visi mewujudkan Indonesia bebas stunting ini telah diimplementasikan dalam berbagai medium baik melalui webinar pencegahan dan penanggulangan stunting, sosialisasi terkait kesehatan ibu, calon pengantin, dan kesehatan remaja. Selain itu, bidang HAL juga menjalin komunikasi dan kerja sama dengan beberapa kementerian/lembaga untuk pengentasan stunting. Hal itu dilakukan guna mendukung tercapainya target penurunan angka stunting pada tahun 2024 sebesar 14 %. 

“Angka target penurunan stunting ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. KOHATI PB HMI melalui Bidang HAL turut mengambil peran dalam bentuk program kerja yang fokus pada pencegahan dan penanggulangan stunting”, jelasnya.

Bayi terlahir secara stunting, lanjut Nurmaida  dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Faktor tersebut baik dari budaya, pola asuh, sosial -ekonomi, hingga lingkungan seperti akses layanan kesehatan bagi ibu hamil. Rendahnya kualitas layanan kesehatan terhadap ibu hamil dapat menyumbang peningkatan angka kematian ibu (AKI). 

Sehingga kualitas layanan kesehatan bagi ibu hamil harus menjadi perhatian khusus karena tahapan layanan kesehatan yang diperoleh harus secara berkesinambungan dari masa sebelum hamil sampai sesudah melahirkan. 

“Peningkatan kualitas layanan itu untuk menurunkan angka kematian ibu hamil. Sebagaimana diketahui pemerintah menargetkan penurunan AKI di tahun 2024 dapat mencapai 183 per 100.000 KH. Saat ini AKI masih berada di angka 305 per 100.000 KH, sangat jauh dari target,” papar lulusan Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini. 

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 tahun 2021 tentang pelayanan Kesehatan ibu hamil (antenatal care), dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan sebanyak menjadi 6 kali pemeriksaan. Mulai dari masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, pelayanan kontrasepsi dan pelayanan kesehatan seksual.

Terakhir, mantan Ketua Umum KOHATI Cabang Kendari ini juga mengajak kepada seluruh perempuan di Indonesia untuk membumikan kampanye dimaksud. Sederhananya, bentuk dukungan yang dapat dilakukan menurut Nurmaida adalah dengan melakukan pendampingan kepada ibu hamil berupa pemeriksaan nutrisi kehamilan, edukasi pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, dan imbauan agar melakukan pemeriksaan di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes). 

“Sehingga angka kematian ibu dan anak terlahir secara stunting dapat dicegah sejak dini. Dimana keterlibatan semua pihak mendukung gerakan #BumilSehat diharapkan akan mampu mencapai target penurunan angka prevalensi stunting hingga 14% di tahun 2024”, tutupnya.

Previous Post

Citra Polri Pada Masyarakat Kembali Naik, Visioner Indonesia Puji Kerja Kapolri

Next Post

APPB Laporkan Diskominfo Kabupaten Bogor ke Kejati Jabar

Related Posts

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi
Kesehatan

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

April 24, 2026
BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes
HUKUM

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

April 24, 2026
Kesehatan

Potret Pelayanan BPJS Kesehatan di Tengah Kabar Penyesuaian Iuran

Februari 27, 2026
Kesehatan

Epidemiolog: Virus Nipah Berpotensi Masuk Indonesia

Januari 29, 2026
Kesehatan

Kemenkes Ungkap Masalah Kesehatan Warga Baduy: Gatal dan Diare

Januari 4, 2026
Kesehatan

8 Provinsi Kasus Terbanyak Super Flu di RI: Jawa Timur Terbanyak

Januari 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

TERPOPULER

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved