
Jakarta,- Beberapa kelompok menyoroti adanya pertemuan oknum anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPR) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama dengan kepala Desa (Kades) asal Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka menduga pertemuan tersebut dilakukan di rumah anggota DPR RI tersebut di Jakarta.
Menanggapi hal tersebut Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah menilai pertemuan antara kepala desa dan anggota DPR RI sah-sah saja tidak ada yang perlu dipermasalahkan dimana pun dan kapan pun jika tujuannya itu baik untuk kemaslahatan umat.
“Tidak ada yang salah dengan pertemuan anggota DPR RI, karena sebagai manusia apalagi di bulan Ramadhan ini kita mesti menjaga silaturahmi”, tutur Akril di Jakarta, Jum’at 31/03/2023.
Lebih lanjut Akril mengatakan pertemuan anggota DPR RI dengan kepala desa selain menyambung silaturahmi juga dapat diterjemahkan dalam betuk menyerap dan menampung aspirasi kepala Desa. Karena banyak program aspirasi yang dapat diserap oleh masyarakat baik itu dalam bidang pertanian, kehutanan, perikanan maupun pendidikan.
“Mengelar silaturahmi dan menyerap aspirasi Mayarakat itu sudah tugas dari anggota DPR RI sebagai perwakilan rakyat di Senayan”, tuturnya.
Akril menjelaskan prinsipnya silaturahmi bagaimana mempertautkan hati satu sama lain. Yang jauh semakin didekatkan, pemahaman yang bengkok dapat diluruskan. Dalam perspektif agama, silaturahmi memperpanjang umur dan mempermudah jalannya rezeki.
“Dalam Islam menjalin silaturahmi sangat dianjurkan, bahkan Islam melarang keras untuk memutuskan tali silaturahmi. Dikatakan, orang yang memutus silaturahmi disamakan dengan memutus hubungan dengan Allah SWT”, tutupnya.





