
Jakarta – Bulan Juni 2022, Oktober 2022 dan Januari 2023, citra Kepolisian di mata masyarakat sempat mengalami penurunan. Penilai buruk terhadap institusi keamanan dalam negeri itu terjadi mulai Oktober 2022 dan Januari 2023.
Meskipun demikian, langkah-langkah strategis yang dirumuskan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk merebut kembali kepercayaan masyarakat perlu menjadi atensi tersendiri.
Mantan Kapolda Banten itu dinilai berhasil menjaga stabilitas institusi kala dihadapkan dengan sejumlah persoalan krusial seperti kasus Duren Tiga yang menjerat mantan Kadiv Propam–hingga kasus narkoba mantan Kapolda Sumbar.
Jaringan Aktivis Nusantara : Kapolri Listyo Sigit Konsisten Benahi Polri
Koordinator Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Romadhon Jasn menilai menanjaknya indeks kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam beberapa bulan terakhir–adalah wujud kecerdasan, keseriusan dan ketenangan Pimpinan Polri.
“Meskipun Polri dirundung sejumlah masalah internal berkali-kali, layanan Kepolisian di masyarakat relatif tidak terganggu,” kata Romadhon kepada wartawan, di Jakarta (22/5/2023).
“Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan terkendali. Sejak Pak Sigit memimpin Polri, tidak ada ancaman serius yang menganggu stabilitas dalam negeri,” sambungnya.
Romadhon menambahkan, kuatnya kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit relatif teruji sejak Bangsa Indonesia dihantam Pandemi Covid-19 dan dihadapkan dengan disrupsi teknologi informasi.
Menurutnya, kecerdasan, ketenangan dan konsistensi seorang Pemimpin sangat menentukan ketika bangsa dan negara ini sedang menghadapi situasi yang sangat sulit.
“Kita akui, Pak Sigit cukup cerdas, tenang dan konsisten ketika diuji banyak masalah internal maupun eksternal. Dan perlu kita ingat, Beliau memimpin Polri di tengah situasi atau zaman yang tidak bersahabat,” ucapnya.
“Tepatnya Bulan Maret 2020, bangsa ini hampir porak-poranda oleh badai Pandemi,” ucapnya. Namun hal-hal yang Kita semua cemaskan seperti penjarahan, penimbunan dan praktik kriminal lainnya tidak terjadi secara masif,” bebernya.
“Belum lagi ditambah dengan intensif dan masifnya pemanfaatan teknologi media sosial. Proliferasi isu-isu yang tidak layak konsumsi dan berpotensi memecah belah persatuan nampak sulit dihindari di era disrupsi ini,” tambahnya.
“Tapi hal itu mampu dimitigasi dengan baik oleh Polri. Hadirnya Polisi Virtual menurut kami adalah salah solusi cerdas yang mampu mengelimir deviasi macam hoax, hate speech, penipuan digital dan lainnya,” tegasnya.
Survei Litbang Kompas : 73,9% responden menilai Kamtibmas Polri sudah baik.
Baru-baru ini, responden Litbang Kompas memberikan penilaian atas sejumlah kinerja Kepolisian Republik Indonesia. Salah satunya adalah bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Dari hasil dari survei tersebut, sebanyak 73,9% responden menilai Kamtibmas Polri sudah baik. Survei Litbang Kompas ini dilakukan melalui wawancara tatap muka yang diselenggarakan sejak 29 April hingga 10 Mei 2023.
Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi Indonesia.
Tingkat kepercayaan survei 95 persen dengan margin of eror +-2,83 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Survei dirilis pada Senin (22/5/2023)
Responden diberikan pertanyaan mengenai baik atau buruk pemeliharaan Kamtibmas yang dilakukan Polri saat ini. 7,8% responden menilai sangat baik, dan 66,1% responden menilai baik.
Persentase sangat baik bila dijumlah dengan yang memilih baik, maka hasilnya 73,9% responden menilai Kamtibmas Polri baik.





