
Koordinator aktivis Sumsel-Jakarta, Harda Belly, mengkritik program BERKAT (Berobat Pakai KTP) yang diluncurkan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di akhir masa jabatannya.
Menurutnya, program tersebut sudah terlambat dan terkesan hanya agar diingat masyarakat di akhir masa jabatannya.
“Selama ini kemana saja, kok sudah mau lenser baru buat program kayak itu. Apa karena mau nyalon lagi biar masyarakat tergiur lagi dengan janji-janji manisnya,” kata Harda dalam keteranganya, Senin (11/9/2023).
Harda menyampaikan, masyarakat sudah bisa menilai rekam jejak Herman Deru selama menjabat sebagai Gubernur yang telah gagal mengentaskan kemiskinan dan tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang baik.
“Track record Herman Deru sudah bisa dinilai jadi tidak usah berikan angin surga lagi kepada masyarakat,” jelasnya.
“Sumsel masuk 10 besar daerah termiskin di Indonesia menjadi bukti kegagalan Herman Deru dan sekarang mau meluncurkan program berobat pakai KTP, berarti selama menjabat tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang baik terhadap masyarakat,” imbuhnya.
Atas dasar itu, Harda meminta Herman Deru tidak usah mencalonkan lagi sebagai Gubernur karena masyarakat tidak membutuhkan pemimpin yang ingkar janji.
“Tidak usah nyalon lagi karena janji-janji pada periode pertama banyak yang belum ditepati,” tuturnya.
Terakhir, Harda berharap pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan tahun 2024 diikuti oleh calon yang punya track record baik dan punya program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, serta jangan pilih lagi pemipin yang ingkar Janji.
“Calon Gubernur Sumsel harus memang yang punya kepudulian terhadap kesehatan dan pendidikan serta mampu mengentaskan kemiskinan. Program-program yang ditawarkan tidak hanya jadi angin surga tapi memang harus bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Harda.
