Jakarta – Koordinator Nasional Gerakan Pemuda Petani Indonesia (Kornas Gempita) mendukung Pemerintah yang telah memutuskan untuk menambah alokasi pupuk subsidi pada tahun depan.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, penambahan alokasi itu dilakukan melalui mekanisme anggaran belanja tambahan (ABT) tahun 2024.
Penambahan alokasi pupuk subsidi ini untuk memastikan tidak terjadi hambatan dalam produksi pangan nasional tahun 2024, khususnya beras.
“Tentunya kami sebagai petani milenial sangat mendukung transformasi kebijakan tata kelola pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh Pak Mentan Amran Sulaiman”, ujar M. Yasir Kaisuku Kornas Gempita dalam keterangannya. (01/10).
Yasir juga mememberkan bahwa ini sebagai kabar gembira untuk para pahlawan pangan guna menggenjot peningkatan produksi pertanian.
Sementara itu menurutnya, pupuk menjadi salah satu kunci keberhasilan swasembada. Mentan Amran telah berupaya untuk menjawab permasalahan kelangkaan pupuk subsidi jelang masa tanam awal tahun 2024.
“Kami juga berharap nantinya DPR RI dan Kemenkeu dapat segera menyetujui anggaran tambahan pupuk subsidi melalui ABT 2024. Masalah pupuk harus segera diselesaikan karena bulan Februari-Juni 2024 terjadi panen raya padi di berbagai daerah sentra produsen. Saat ini pun beberapa komoditas seperti jagung membutuhkan dukungan ketersediaan pupuk bersubsidi dalam jumlah yang besar”, tutup Yasir Kaisuku.
Keseriusan pemerintah mendengar aspirasi petani untuk menuntaskan masalah pupuk dipastikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Presiden Joko Widodo telah memerintahkan penambahan alokasi pupuk subsidi melalui mekanisme Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2024.
“Arahan Bapak Presiden Joko Widodo, agar pupuk bersubsidi dapat dipenuhi sesuai kebutuhan petani, kami pastikan. Kami sedang memproses surat ke menteri keuangan setelah mendapatkan arahan Presiden. Anggaran pupuk subsidi pasti ditambah,” kata Mentan Amran, Minggu, 31 Desember 2023.
Amran menjelaskan, penambahan pupuk subsidi ini untuk memastikan tidak terjadi hambatan dalam produksi pangan nasional, khususnya beras. Dirinya ingin agar target produksi beras tahun 2024 tercapai.
“Tantangan Elnino (kemarau panjang) tahun ini memang cukup berat. Produksi harus kita genjot lagi agar petani di lumbung-lumbung pertanian kita bergairah dengan adanya pupuk yang cukup,” ujarnya.
Menurutnya, semua regulasi yang menghambat petani mendapatkan pupuk subsidi diabut termasuk Permentan no.10 tahun 2020 yang membatasi petani mendapatkan pupuk subsidi. (***)






