
Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Peduli Madura menggelar aksi Jilid II di Kantor PT MGA Utama Energi, Jakarta. Mereka sempat terlibat saling dorong dengan petugas keamanan. Aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi tegang ketika para demonstran mencoba bergerak lebih dekat ke depan Kantor PT MGA Utama Energi, dan memulai membakar ban sebagai simbol kekecewaan terhadap perusahaan tambang yang mencemari lingkungan, Namun, upaya tersebut dihalangi oleh petugas keamanan dan security perusahaan, Akibatnya, terjadi saling dorong antara mahasiswa dan polisi, Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap tambang minyak di pulau sepanjang, sumenep madura yang dinilai merugikan lingkungan dan berdampak buruk terhadap masyarakat,
Koordinator Aksi Imam Saiful menyampaikan bahwa telah terjadi Kebocoran limbah yang Kami duga atas kelalaian PT MGA Utama Energi dan mengakibatkan kerugian masyarakat pulau sepanjang, Kec. Sapeken, Sumenep, Madura. Sangat besar, baik dalam ekonomi dan lingkungan, lanjut saiful dalam orasinya, sejak peristiwa kebocoran itu terjadi sampai saat ini PT MGA Utama Energi Belum juga menjalani proses hukum, hal tersebut menjadi tanda tanya besar bagi kami, oleh karena nya kami akan terus mengkawal persoalan tersebut sampai PT MGA Utama diseret ke Meja Hukum, Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum jangan sampai ada kongkalikong dengan PT GMA Utama Energi yang telah menyengsarakan masyarakat pulau sepanjang, Gerakan Mahasiswa Pemuda Peduli Madura secara tegas mengawal kasus ini sampai PT MGA Utama Energi angkat kaki dari Pulau Sepanjang, Sumenep Madura,
“(kami mendesak Pemerintah harus mencabut Izin PT MGA Utama Energi karena sudah memenuhi syarat untuk angkat kaki dari pulau sepanjang Sumenep diduga telah melakukan perbuatan melawan Hukum dan menjadikan masyarakat makin terpuruk dalam perekonomian)” tegas Saiful dalam oratornya
Sementara itu, Saiful mengaku tidak akan berhenti beraksi sampai tuntutan mereka terpenuhi. Mereka berencana akan melakukan aksi lanjutan yang ke tiga di Kantor PT MGA Utama Energi dan di depan gedung SKK Migas serta Kementerian ESDM jika izin tambang tidak segera dicabut.
Aksi mahasiswa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.
