
Jakarta, — Apresiasi publik terhadap kiprah Polri terus mengalir, kali ini datang dari tokoh nasional Titiek Soeharto. Dalam sebuah kegiatan panen raya di Kabupaten Klaten, ia mengungkapkan optimisme bahwa Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia berkat kerja keras lintas sektor, termasuk peran aktif Kepolisian Republik Indonesia.
“Saya optimistis dengan upaya Polri menjaga distribusi dan keamanan pangan, Indonesia mampu berdiri mandiri bahkan menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Titiek Soeharto dalam keterangannya, Rabu (9/7/2025).
Komentar tersebut menguatkan pandangan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga ketertiban, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendukung program strategis nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Polri aktif melakukan pengamanan dan pengawasan distribusi pupuk, penyaluran bansos pangan, serta memberantas mafia pangan di berbagai wilayah.
Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Romadhon Jasn, menyebut bahwa sinergi Polri dengan kementerian dan masyarakat adalah kunci dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
“Upaya Polri dalam menjaga distribusi pupuk, mengamankan jalur logistik, hingga membongkar permainan harga oleh kartel pangan menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesejahteraan rakyat,” ujar Romadhon.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, stabilitas distribusi beras dan pupuk bersubsidi di semester I 2025 meningkat 18% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini tak lepas dari koordinasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah dalam pengawasan jalur distribusi dan penyimpanan logistik.
Romadhon menambahkan bahwa keterlibatan Polri dalam program-program ketahanan pangan adalah bentuk respons atas dinamika global.
“Krisis pangan dunia akibat geopolitik harus dijawab dengan sistem pengamanan domestik yang kuat. Peran Polri di sektor ini sangat strategis dan layak mendapat apresiasi,” tutupnya.
Pernyataan Titiek Soeharto ini sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-79 yang baru diperingati. Polri didorong untuk terus memperluas peran sosialnya, bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam menjaga ekosistem pembangunan nasional yang adil dan berkelanjutan.





