
Jakarta, 14 Agustus 2025 — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi kediaman Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal (Purn.) Try Sutrisno, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban pada Rabu (13/8/2025). Kunjungan silaturahmi ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan lintas generasi di antara para pemimpin nasional.
Pertemuan yang selain bertujuan menyampaikan undangan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI ini juga dirasakan sebagai pembelajaran berharga bagi Gibran dalam mengemban tanggung jawabnya sebagai Wapres. Pertukaran pengalaman dan nilai kepemimpinan yang disampaikan oleh Try Sutrisno menjadi sorotan utama dalam dialog tersebut.
Romadhon Jasn, Aktivis Nusantara yang juga menyaksikan perkembangan dinamika kepemimpinan nasional, menyatakan, “Pertemuan seperti ini sangat penting untuk menguatkan kesinambungan kepemimpinan bangsa. Gibran dapat menyerap banyak pembelajaran dari pengalaman Pak Try, terutama terkait pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan yang merupakan fondasi utama kemajuan bangsa.”
Suasana kekeluargaan tampak saat Gibran diterima langsung oleh Try Sutrisno, Ibu Tuti Try Sutrisno, serta putri sulung Wakil Presiden ke-6, Nora Tristyana Try Sutrisno. Kehangatan tersebut membangun atmosfer saling hormat dan semangat untuk meneruskan perjuangan para pendahulu.
Dalam dialognya, Try Sutrisno juga menegaskan rencana kehadirannya di acara veteran sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan nasional. “Keikutsertaan Pak Try dalam acara veteran merupakan bentuk komitmen moril yang patut diapresiasi. Ini menjadi pengingat bahwa penghormatan bagi pejuang bangsa harus terus dipupuk,” tutur Romadhon Jasn menanggapi hal ini.
Gibran menegaskan harapan agar momen tersebut memperkuat rasa nasionalisme dan penghargaan kepada jasa para pahlawan. Kesungguhan untuk belajar dari sejarah sekaligus menjaga amanah menjadi tema sentral dalam pertemuan ini.
Romadhon Jasn menilai, “Doa dan dukungan moral dari tokoh-tokoh senior seperti Pak Try sangat penting untuk meneguhkan tekad pemimpin muda dalam menjaga amanah bangsa. Ini bukan sekadar simbolis, tapi juga panggilan tanggung jawab nyata.”
Menutup pertemuan, Gibran dengan rendah hati memohon doa agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik demi kemajuan dan kesejahteraan Indonesia. Pesan ini menjadi penegasan komitmen berkelanjutan dalam melanjutkan cita-cita para pendahulu.
“Semoga perjalanan kepemimpinan ini selalu mendapat restu dan dukungan seluruh masyarakat. Dengan begitu, Indonesia dapat terus maju sebagai negara yang berdaulat dan bermartabat,” pungkas Romadhon sebagai harapan penutup.
Pertemuan antara Gibran dan Try Sutrisno ini menjadi simbol persatuan antar generasi pemimpin serta refleksi mendalam akan pentingnya pembelajaran, penghormatan, dan komitmen menjaga amanah dalam membangun bangsa yang lebih baik.





