Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

AI Komdigi: Antara Janji 90 Juta Pekerjaan dan Kenyataan 7 Juta Pengangguran

by Visioner Indonesia
Oktober 26, 2025
in Ekonomi
Reading Time: 3min read
0
SHARES
73
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, — Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut kecerdasan buatan (AI) bukan ancaman, melainkan peluang. Dalam siaran pers 24 Oktober, Komdigi optimistis AI mampu menciptakan 90 juta pekerjaan baru secara global, meski menggantikan 85 juta lainnya. Indonesia disebut termasuk negara paling siap menghadapi disrupsi ini.

Namun angka yang dikutip Meutya berasal dari laporan World Economic Forum (WEF) tahun 2020. Laporan itu memprediksi 97 juta pekerjaan baru akibat otomatisasi hingga 2025, dengan 85 juta hilang. Versi terbaru WEF 2025 memperluas proyeksi hingga 2030: 170 juta pekerjaan baru secara global. Hanya saja, kontribusi Indonesia masih kecil sekitar 2-3% dari populasi tenaga kerja dunia.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2025 mencatat tingkat pengangguran terbuka Indonesia 4,76%, setara 7,28 juta orang. Angka ini naik 83 ribu dari tahun lalu. Meski secara persentase menurun tipis, Indonesia tetap di peringkat atas ASEAN dalam rasio pengangguran. Faktor utamanya bukan otomatisasi, tapi rendahnya literasi digital dan dominasi sektor informal.

Dana Moneter Internasional (IMF) lebih pesimis. Dalam laporan World Economic Outlook April 2025, IMF memperkirakan pengangguran Indonesia naik ke 5% tahun ini dan 5,1% tahun depan. Artinya, di tengah janji AI membuka lapangan kerja, tren pengangguran justru menguat. “AI itu alat, bukan penyelamat otomatis. Kayak obeng, bukan tukang,” ujar Romadhon Jasn Direktur Gagas Nusantara, Minggu (26/10/2025).

Komdigi mengklaim telah menyiapkan Indonesia AI Roadmap sebagai panduan nasional. Peta jalan ini menargetkan Indonesia menjadi pusat digital Asia dengan fokus lima sektor: kesehatan, pendidikan, birokrasi, pangan, dan perlindungan sosial. Pada 2025, roadmap diperluas ke 10 sektor, termasuk UMKM dan manufaktur. Tapi realisasinya masih terhambat koordinasi lintas kementerian.

Regulasi AI juga belum rampung. Meutya menyebut Peraturan Presiden (Perpres) tentang AI kembali mundur ke 2026 karena proses harmonisasi di Kemenkumham dan Setneg. “Kalau Perpres AI ditunda terus, nanti AI-nya yang bikin Perpres buat kita,” kata Romadhon, tersenyum. Dunia berlomba membuat aturan etika AI, sementara Indonesia masih menunggu tanda tangan birokrasi.

Komdigi memang sudah melelang frekuensi 1,4 GHz untuk menopang infrastruktur AI. Namun pakar menilai klaim 90 juta pekerjaan baru terlalu global, bukan capaian nasional. “Tanpa pelatihan massal dan regulasi ketat, AI bisa malah menghapus jutaan pekerjaan,” kata Herwin Sudikta, analis digital ekonomi. Kemenko Perekonomian bahkan memperkirakan 43% industri akan mengurangi tenaga kerja akibat otomatisasi.

Hingga kini, bukti konkret penciptaan lapangan kerja berbasis AI di Indonesia masih terbatas. Microsoft melalui program elevAIte baru melatih 840 ribu peserta di ASEAN, sedangkan kontribusi langsung pada lapangan kerja lokal belum signifikan. PwC mencatat peningkatan produktivitas 4 kali lipat, tetapi hanya di sektor yang mudah digantikan mesin.

Narasi besar tentang “AI menciptakan pekerjaan” pun mengingatkan publik pada tradisi lama politik angka besar, dari Jokowi dengan janji 10 juta lapangan kerja, kini Meutya dengan 90 juta. Semua manis di naskah, pahit di realita. AI punya potensi, tapi tanpa kebijakan konkret, janji itu sekadar etalase optimisme.

Indonesia membutuhkan aksi nyata, bukan angka ajaib. Dengan proyeksi IMF pengangguran naik ke 5%, roadmap AI seharusnya diikuti target terukur: misalnya satu juta tenaga kerja tersertifikasi hingga 2027. “AI hebat, tapi kalau cuma buat bahan presentasi, mending jadi meme aja,” tutup Romadhon Jasn.

Previous Post

Wihaji di Tanjungpinang: KB Gratis dan Gizi Seimbang, Dua Pilar Menuju Keluarga Indonesia Sejahtera

Next Post

Pujian Trump dan Ujian Prabowo: Ketika Dunia Mulai Mendengar Indonesia

Related Posts

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil
BUMN

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Juli 21, 2026
118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor
Ekonomi

118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor

Juli 18, 2026
BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan
Ekonomi

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Juli 15, 2026
PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan
Ekonomi

PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan

Juli 13, 2026
Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat
Ekonomi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Juli 10, 2026
OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
Ekonomi

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang

Juli 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

TERPOPULER

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved