Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pujian Trump dan Ujian Prabowo: Ketika Dunia Mulai Mendengar Indonesia

by Visioner Indonesia
Oktober 26, 2025
in Luar Negeri, Politik
Reading Time: 2min read
0
SHARES
41
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visioner,- Di panggung diplomasi internasional, pujian jarang dilontarkan tanpa makna. Saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Prabowo Subianto sebagai “sahabat luar biasa” dalam KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, dunia tahu: Indonesia tidak lagi berbicara dari pinggiran. Ia mulai didengar di meja besar kekuatan global.

Trump, dalam pidatonya, memuji peran Prabowo mendukung upaya perdamaian di Timur Tengah, khususnya Gaza. Ia menyebut dukungan Indonesia sebagai bagian penting dalam lahirnya “masa baru” bagi kawasan itu masa yang diharapkan membawa perdamaian setelah 3.000 tahun konflik. Pujian itu disampaikan di hadapan para pemimpin ASEAN, sebuah panggung simbolis yang menegaskan pengaruh baru Indonesia di kancah global.

Di saat dunia terbelah oleh perang dan politik kepentingan, Prabowo membawa pesan sederhana tapi kuat: kemanusiaan tidak punya sekutu politik. Posisi Indonesia jelas netral, tapi aktif; bersahabat dengan semua, tapi tunduk pada nurani sendiri. Diplomasi moral seperti ini jarang muncul dari negara berkembang, dan inilah yang membuat dunia menoleh.

“Pujian Trump bukan sekadar diplomasi basa-basi. Itu pengakuan terhadap konsistensi Indonesia membangun politik luar negeri yang mandiri dan berdaulat,” ujar Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara, dalam keterangannya, Minggu (26/10/2025) di Jakarta.

Namun, pengakuan global adalah pedang bermata dua. Pujian bisa menjadi sinyal penguatan kerja sama, tapi juga ujian konsistensi. Dunia kini menguji: apakah Indonesia tetap memegang prinsip kemanusiaan, atau akan tergoda pada kalkulasi geopolitik? Di sinilah kepemimpinan Prabowo diuji bukan hanya oleh lawan, tapi oleh kekuatan diplomasi itu sendiri.

Sikap tegas Prabowo di forum internasional, termasuk dukungannya terhadap mediasi konflik Thailand–Kamboja, menunjukkan arah baru diplomasi Indonesia. Negara ini bukan sekadar pengamat, tetapi fasilitator perdamaian. Dengan mengedepankan dialog dan keseimbangan, Indonesia menempatkan diri sebagai “suara ketiga” dunia bukan Barat, bukan Timur, tapi pusat rasionalitas di tengah kekacauan global.

“Prabowo mempraktikkan politik luar negeri yang bukan hanya bebas aktif, tapi juga bermartabat. Indonesia kini tidak lagi sekadar penonton geopolitik, melainkan pemain yang berani berbicara atas nama nurani,” kata Romadhon Jasn.

Langkah ini sekaligus menghidupkan kembali warisan diplomasi Soekarno dan Soeharto dalam wajah baru: keras dalam prinsip, lembut dalam strategi. Indonesia menolak jadi satelit kekuatan besar, tapi juga menolak bersikap pasif. Ia berdiri di tengah bukan karena lemah, tapi karena ingin menjaga keseimbangan dunia.

“Pujian dari luar negeri adalah tanda bahwa dunia mulai menaruh hormat. Tapi hormat itu harus dijaga dengan tindakan, bukan retorika. Indonesia harus tetap setia pada diplomasi damai, bukan politik dagang pengaruh,” tegas Romadhon Jasn.

Ketika Trump memuji Prabowo di panggung ASEAN, sesungguhnya dunia sedang mengakui: Indonesia telah menjadi kompas moral di tengah kabut geopolitik. “Ketika dunia memuji, jangan kehilangan arah. Karena diplomasi sejati bukan tentang siapa yang menepuk pundak, tapi siapa yang tetap berdiri tegak,” tutup Romadhon Jasn.

Previous Post

AI Komdigi: Antara Janji 90 Juta Pekerjaan dan Kenyataan 7 Juta Pengangguran

Next Post

Telkom: Jadi Raksasa Global atau Penjaga Data Bangsa?

Related Posts

Diplomasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Naik 5 Hari Beruntun
Luar Negeri

Diplomasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Naik 5 Hari Beruntun

April 24, 2026
Diplomasi Buntu, Kicauan Trump di Medsos Hambat Damai AS-Iran
Luar Negeri

Diplomasi Buntu, Kicauan Trump di Medsos Hambat Damai AS-Iran

April 24, 2026
Wapres AS JD Vance Tiba di Pakistan, Mulai Nego Damai dengan Iran
Luar Negeri

Wapres AS JD Vance Tiba di Pakistan, Mulai Nego Damai dengan Iran

April 11, 2026
Warning OPEC+: Aset Energi yang Rusak Bakal Berdampak Panjang
Luar Negeri

Warning OPEC+: Aset Energi yang Rusak Bakal Berdampak Panjang

April 6, 2026
Daftar Negara yang Tankernya Direstui Iran Menembus Selat Hormuz
Luar Negeri

Daftar Negara yang Tankernya Direstui Iran Menembus Selat Hormuz

April 6, 2026
Heboh Netanyahu Diisukan Meninggal
Luar Negeri

Heboh Netanyahu Diisukan Meninggal

Maret 16, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini Kompak Turun Rp16.000

TERPOPULER

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini Kompak Turun Rp16.000

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved