
Jakarta, – Inisiatif Polri menyediakan layanan servis dan cuci motor gratis bagi penyintas banjir dan longsor di Sumatra mendapat sambutan hangat dari masyarakat sipil. Program ini dinilai tepat sasaran karena banyak kendaraan roda dua warga rusak akibat terendam lumpur dan banjir, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Romadhon Jasn, memberikan apresiasi atas langkah humanis ini. “Inisiatif Polri ini sederhana tapi sangat bermakna. Motor yang rusak bisa kembali dipakai untuk bekerja, berjualan, atau sekadar ke pasar. Ini bentuk kehadiran negara yang nyata di masa sulit,” kata Romadhon dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/12/2025).
Menurut Romadhon, program semacam ini memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri. “Di tengah pemulihan pascabencana, bantuan praktis seperti ini jauh lebih berimpact daripada yang seremonial. Polri menunjukkan wajah humanis dan responsif,” tambahnya.
Program ini diumumkan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Senin (29/12/2025). “Kami membuka pelayanan servis dan cuci motor gratis untuk kendaraan yang rusak akibat bencana, agar masyarakat bisa segera pulih dan beraktivitas normal,” ujar Sigit di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Layanan ini melibatkan personel mekanik Polri bekerja sama dengan bengkel lokal. Hingga akhir Desember 2025, ribuan unit motor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) telah dilayani, termasuk pembersihan lumpur, penggantian oli, hingga perbaikan ringan.
Di Sumut saja, Polda setempat telah melayani ratusan motor di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan sekitarnya. Serupa di Sumbar dan Aceh, di mana layanan mobile dikerahkan ke desa-desa terdampak.
Romadhon berharap inisiatif ini dijadikan standar operasional prosedur (SOP) permanen untuk penanganan bencana mendatang. “Sinergi Polri dengan masyarakat dan mitra lokal harus terus ditingkatkan. Ini modal besar untuk ketahanan nasional,” tuturnya.
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatra sejak akhir November 2025 telah merusak puluhan ribu rumah dan infrastruktur, dengan korban jiwa mencapai ribuan. Polri mengerahkan lebih dari 10.000 personel untuk pemulihan, termasuk bantuan logistik, pembangunan jembatan, dan hunian sementara.
Masyarakat sipil seperti JAN menilai, kolaborasi gotong royong antara Polri, TNI, pemerintah, dan relawan menjadi kunci percepatan pemulihan di wilayah terdampak. “Apresiasi untuk para bhayangkara yang turun langsung berlumur lumpur demi rakyat,” pungkas Romadhon.

